FaktaHari – 17 Juli 2026 | Hanya 20 dari 1.000 petugas sensus ekonomi Semarang lolos honor termin pertama, BPS beri klarifikasi mengenai kriteria yang membuat sebagian besar petugas belum menerima pembayaran. Kejadian ini memicu protes dari petugas lapangan yang merasa aturan berubah sepihak.
Seorang petugas sensus di Kecamatan Semarang Selatan, berinisial C, mengaku bingung dengan perubahan persyaratan mendadak. Menurutnya, kontrak awal hanya menyebutkan bahwa honor termin pertama cair setelah mencapai 40 persen dari total beban kerja. Namun saat pengumuman nama-nama yang lolos pada Selasa (14/7/2026), BPS Kota Semarang menambahkan kriteria baru: menyelesaikan empat SLS (Satuan Lingkungan Setempat) dan mencapai 80 persen progres di setiap SLS. "Padahal di kontrak tidak ada kriteria apapun selain 40 persen," ujarnya, Rabu (15/7/2026). Ia telah menyelesaikan 45 persen tugas, namun gagal lolos karena tidak memenuhi kriteria tambahan tersebut.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, memberikan klarifikasi bahwa aturan baru tersebut diterapkan untuk memastikan kualitas data. "Kami menetapkan kriteria bahwa petugas harus menyelesaikan empat SLS dengan capaian minimal 80 persen di setiap SLS agar dapat dianggap mencapai 40 persen dari total beban kerja. Ini untuk menjaga akurasi sensus," jelasnya. Hanya 20 petugas yang memenuhi syarat dari 1.000 petugas yang dipekerjakan. BPS berjanji akan mempercepat pencairan honor bagi yang lolos, sementara petugas lain harus menunggu termin berikutnya.
Selain masalah honor, petugas sensus juga menghadapi penolakan dari warga yang khawatir data pribadi bocor. Sa’adah Mawar Sari, Tim Diseminasi Statistik BPS Kota Semarang, mengungkapkan bahwa data yang dikumpulkan sangat sensitif, seperti riwayat penyakit, pendidikan, dan pendapatan. "Namun kami jamin kerahasiaan data dilindungi undang-undang. Sanksi berat menanti jika ada kebocoran," tegasnya. Meski demikian, tingkat partisipasi di kawasan elite justru lebih tinggi karena kesadaran data yang baik.
Hanya 20 dari 1.000 petugas sensus ekonomi Semarang lolos honor termin pertama, BPS beri klarifikasi bahwa kondisi ini dipicu oleh standar baru yang belum disosialisasikan secara merata. Para petugas berharap ada komunikasi yang lebih transparan ke depannya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut ribuan tenaga honorer yang bekerja keras selama satu bulan. Pemerintah daerah diharapkan ikut mengawasi pencairan honor agar tidak menimbulkan gejolak. Sementara itu, BPS terus berupaya menyelesaikan permasalahan dengan mengakomodasi keluhan petugas.
Hanya 20 dari 1.000 petugas sensus ekonomi Semarang lolos honor termin pertama, BPS beri klarifikasi dengan menegaskan bahwa proses evaluasi berlangsung objektif. Masyarakat pun diimbau untuk mendukung petugas sensus guna menyukseskan pendataan ekonomi nasional.
