FaktaHari – 17 Juli 2026 | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, Lamhot Sinaga Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM LPP RRI menjadi sorotan karena tingginya antusiasme publik yang ikut mendorong perputaran transaksi di berbagai daerah.
Lamhot menjelaskan bahwa sektor kuliner, fesyen olahraga, merchandise, dan industri kreatif ikut merasakan dampak positif. Menjelang final antara Argentina dan Spanyol, antusiasme masyarakat semakin meningkat, yang berarti peluang bagi pelaku UMKM semakin besar. “Sektor kuliner, fesyen olahraga, merchandise, hingga industri kreatif berpotensi memperoleh tambahan pendapatan. Momentum sepak bola juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran produk lokal,” jelasnya. Dengan basis penggemar sepak bola yang besar di Indonesia, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menghadirkan dampak ekonomi hingga tingkat komunitas.
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, kemudahan akses siaran Piala Dunia memperluas manfaat ekonomi. Aktivitas ekonomi menyebar hingga kawasan permukiman, desa, dan sentra UMKM. “Kalau dikelola dengan baik, sepak bola tidak hanya menghasilkan euforia. Momentum ini menjadi ruang promosi bagi produk-produk lokal,” katanya. Ia berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga dapat menggelar festival kuliner serta bazar UMKM untuk memaksimalkan potensi ekonomi. Promosi produk lokal dan kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas perlu diperkuat agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Lamhot sendiri mengaku sejak awal mendukung Argentina sebagai calon juara Piala Dunia 2026 karena permainan solid dan mental juara. Namun, ia menekankan bahwa siapa pun juaranya bukanlah hal utama. “Saya sejak awal mendukung Argentina. Hal terpenting, Piala Dunia mampu menggerakkan ekonomi rakyat Indonesia,” ucapnya. Keberhasilan nonton bareng membuktikan bahwa olahraga memiliki dampak sosial dan ekonomi, menciptakan permintaan terhadap produk kuliner, atribut, hingga perlengkapan olahraga.
Lamhot mendorong pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri olahraga dan ekonomi kreatif nasional. Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan merchandise, fesyen olahraga, penyelenggaraan acara, penyiaran, dan konten digital. Sepak bola telah menjadi industri global bernilai tinggi yang berkontribusi terhadap pariwisata, ekonomi kreatif, media, dan perdagangan. Dengan kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha nasional, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan selama turnamen, tetapi juga jangka panjang.
Dalam kesimpulannya, Lamhot Sinaga menegaskan bahwa semangat Piala Dunia 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, UMKM, komunitas olahraga, dan industri kreatif. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekonomi kerakyatan yang semakin kuat. “Ketika sepak bola menyatukan masyarakat dan menggerakkan ekonomi rakyat, manfaatnya dirasakan lebih luas. Momentum itu memperkuat optimisme, persatuan, dan semangat gotong royong bangsa,” tutupnya. Lamhot Sinaga Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM LPP RRI bukan sekadar pernyataan, melainkan gambaran nyata potensi olahraga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
