FaktaHari – 31 Oktober 2026 | Dunia tengah menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang datang secara bersamaan. Sebuah thunderstorm warning telah dikeluarkan untuk wilayah Victoria, Australia, sementara peringatan serupa juga muncul di India dan Inggris. Otoritas meteorologi di berbagai negara bergerak cepat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Di Australia, Biro Meteorologi mengeluarkan thunderstorm warning untuk distrik North East, West and South Gippsland, serta East Gippsland. Warga diminta menghindari perjalanan jika kondisi jalan berbahaya dan menjauhi pohon, saluran air, serta genangan banjir. Selain itu, Badan Layanan Darurat setempat mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pohon yang tidak stabil pasca-badai dan menjauhi kabel listrik yang jatuh.
Di sisi lain, Kota Bendigo dan sekitarnya juga berada dalam sorotan. Peringatan asthma akibat badai (thunderstorm asthma) telah diumumkan untuk wilayah Northern Victoria, termasuk Inglewood, Echuca, Shepparton, dan Euroa. Departemen Kesehatan memperkirakan risiko tinggi karena tingginya kadar serbuk sari rumput dan potensi badai parah. Penderita asma dan demam hay diminta selalu membawa inhaler pelega. “Waspadai peningkatan kemungkinan kesulitan bernapas atau serangan asma. Siapkan sekarang – bawa inhaler Anda setiap saat,” demikian imbauan VicEmergency. Peringatan thunderstorm warning ini menjadi pengingat bahwa badai tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga memicu masalah kesehatan serius.
Sementara itu, di belahan dunia lain, India Meteorological Department (IMD) telah mengeluarkan thunderstorm warning untuk beberapa wilayah pada 31 Oktober. Hujan lebat diprediksi turun di Arunachal Pradesh, Coastal Andhra Pradesh, dan Kerala. Badai petir disertai angin kencang juga mungkin terjadi di Tamil Nadu, Puducherry, dan Karnataka. Delhi diperkirakan hanya akan berawan tanpa hujan. Peringatan ini mendorong warga untuk waspada terhadap potensi banjir lokal dan gangguan lalu lintas.
Di Inggris, meskipun bukan thunderstorm warning yang menjadi fokus, Met Office telah mengeluarkan peringatan kabut kuning untuk wilayah Lincolnshire, East Midlands, Home Counties, dan sebagian Greater London. Kabut tebal dengan jarak pandang di bawah 100 meter pada Jumat pagi membuat kondisi berkendara sangat berbahaya. Peringatan ini akan mereda perlahan pada siang hari, tetapi beberapa daerah pedesaan di Inggris timur mungkin baru cerah pada sore hari. Cuaca akhir pekan diperkirakan akan sedikit membaik, dengan suhu mendekati rata-rata, meskipun Skotlandia barat laut akan mengalami hujan ringan.
Kembali ke Inggris, peluncuran kampanye “Be Ready” oleh Pemerintah Inggris menjadi langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem. Kampanye yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Dan Jarvis ini mendorong rumah tangga untuk mempersiapkan diri menghadapi gangguan layanan seperti listrik, air, telepon, dan internet. Perdana Menteri Andy Burnham menekankan pentingnya kesiapsiagaan, termasuk mengetahui cara melakukan hal-hal dasar tanpa ponsel saat terjadi pemadaman listrik. “Kejadian tak terduga tampaknya semakin sering terjadi,” ujarnya. Pemerintah menyarankan penyimpanan persediaan selama tiga hari, termasuk makanan, air, baterai, senter, serta makanan bayi atau hewan peliharaan. Daftar periksa darurat juga telah dirilis untuk membantu masyarakat.
Kampanye ini diluncurkan hanya beberapa hari sebelum Badai Austen dan Badai Boelo melanda Inggris, menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan transportasi umum. Para ahli memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi. Dengan adanya thunderstorm warning di berbagai belahan dunia, pesan utamanya jelas: kesiapsiagaan adalah kunci. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca resmi, menyiapkan perlengkapan darurat, dan mengikuti arahan otoritas setempat. Badai petir memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan melalui persiapan yang matang.
