Berita  

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok: 5 Penumpang Masih Hilang, Gubernur Bali Panggil Dishub dan Operator

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok: 5 Penumpang Masih Hilang, Gubernur Bali Panggil Dishub dan Operator
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok: 5 Penumpang Masih Hilang, Gubernur Bali Panggil Dishub dan Operator

FaktaHari – 15 Agustus 2026 | Peristiwa kmp putri yasmin terbakar di perairan Selat Lombok hingga kini masih menyisakan duka dan pertanyaan besar. Hingga Jumat (14/8/2026) sore, tim SAR gabungan masih berupaya maksimal mencari lima penumpang yang dilaporkan hilang, sementara Gubernur Bali Wayan Koster berjanji akan memanggil Dinas Perhubungan dan operator angkutan untuk mengevaluasi sistem keamanan transportasi laut. Insiden yang terjadi pada Rabu dini hari itu memicu sorotan tajam terhadap standar keselamatan pelayaran nasional.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin terbakar saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sekitar pukul 04.00 Wita. Kapal tersebut dalam pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Saat kejadian, kapal mengangkut ratusan penumpang beserta awak kapal. Proses evakuasi dilakukan secara gabungan oleh Basarnas, TNI AL, dan berbagai instansi terkait menggunakan sejumlah kapal. Total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, dengan rincian 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Namun, hingga hari ketiga pencarian, lima orang masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan yang berpusat di Posko SAR Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, memperluas area pencarian pada Jumat. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan operasi SAR hari ketiga melibatkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) utama. SRU 1 mengerahkan KN SAR 220 Mataram, SRU 2 menggunakan KAL Lembar untuk penyisiran perairan, dan SRU 3 menerbangkan helikopter Finns SGi Air Bali untuk pemantauan dari udara. Selain itu, sejumlah kapal bantu seperti KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, kapal polisi KP XXI-2015, serta dua yacht ikut dikerahkan. Armada ambulans dari RSUD NTB juga disiagakan di lapangan.

Posisi kapal yang terbakar menjadi tantangan tersendiri. Menurut Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, sistem pelacakan otomatis KMP Putri Yasmin terakhir terpantau di Barat Daya perairan Lombok sebelum akhirnya mati pada pukul 21.02 Wita. Berdasarkan kalkulasi arus, kapal diduga bergeser hingga 39 mil laut dari titik awal terbakar dan diperkirakan masih berada di wilayah perairan Indonesia, kemungkinan terbawa arus menuju selatan Pulau Bali. sayangnya, penyisiran menggunakan helikopter selama dua jam belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang hilang.

Identitas lima korban hilang mulai terungkap berdasarkan manifes penumpang dan laporan keluarga. Mereka adalah Yasir Arafat (37), warga Mataram; Selvina Rambu Mayi (28), warga Sumba; I Made Sutarjana (55) dan Slamet Yulianto (41), keduanya warga Denpasar; serta I Ratu Agung Ayu Sekar. Salah satu korban, I Made Sutarjana, diketahui merupakan pemilik hotel bintang lima The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak dan The Oberoi Beach Resort Lombok di Lombok Utara. Ia tercatat sebagai Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya, perusahaan yang menaungi kedua resor mewah tersebut. Keluarganya terlihat menunggu di Posko SAR Pelabuhan Lembar.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, membenarkan bahwa Sutarjana termasuk dalam manifes KMP Putri Yasmin. Ia menambahkan, empat dari lima korban hilang tercatat dalam manifes, sementara satu orang lainnya tidak tercatat dan dilaporkan oleh suaminya yang selamat. Pencarian yang sempat dihentikan Kamis malam kembali dilanjutkan Jumat pagi dengan kekuatan penuh. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus menyisir perairan Selat Lombok dan sekitarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan akan mengumpulkan Dinas Perhubungan, operator angkutan, dan pemilik fasilitas angkutan pribadi untuk menyiapkan sistem pengamanan yang lebih baik. Dalam konferensi pers di Denpasar, Jumat sore, Koster menegaskan evaluasi diperlukan untuk memastikan keamanan layanan angkutan laut. “Saya akan kumpulkan Dinas Perhubungan dan operator dan yang punya fasilitas angkutan pribadi untuk menyiapkan sistem pengamanan yang baik,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar kualitas kapal menjadi perhatian serius. “Kualitas kapal, sebaiknya supaya baik. Jangan sampai terulang lagi ke depan,” lanjutnya. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi publik yang menuntut perbaikan standar keselamatan pelayaran, terutama pascatragedi kmp putri yasmin terbakar yang menyita perhatian nasional.

Di sisi lain, Jasa Raharja telah memastikan biaya perawatan medis seluruh korban selamat ditanggung oleh negara. Ahli waris korban meninggal dunia juga akan menerima santunan sebesar Rp125 juta. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban yang masih berduka. Namun, yang tak kalah penting adalah upaya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kapal, termasuk prosedur evakuasi darurat, ketersediaan alat pemadam kebakaran, dan kelayakan kapal sebelum berlayar.

Tragedi kmp putri yasmin terbakar ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam transportasi laut. Dengan masih belum ditemukannya posisi kapal dan lima korban hilang, masyarakat menaruh harapan besar pada kerja keras tim SAR. Di saat yang sama, langkah Gubernur Bali untuk memanggil Dishub dan operator diharapkan membuahkan hasil nyata, bukan sekadar janji. Keselamatan jiwa manusia tidak boleh dikorbankan demi keekonomisan operasional. Semoga peristiwa ini menjadi titik balik bagi perbaikan standar keselamatan pelayaran di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *