FaktaHari – 30 Juli 2026 | LEBAK – Fenomena langka terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, di mana jejak dua kampung yang tenggelam akibat pembangunan Bendungan Karian kembali muncul ke permukaan. Musim kemarau panjang menyebabkan volume air bendungan menyusut, memperlihatkan sisa-sisa bangunan yang dulu menjadi tempat tinggal warga. Peristiwa ini menjadi sorotan banyak pihak, termasuk para mantan penghuni yang kembali bernostalgia.
Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam [titlebase] menjadi pemandangan yang mengharukan. Kampung Somang di Desa Sukarame dan sebagian Desa Sukajaya kini terlihat jelas dengan tembok-tembok rumah yang masih berdiri meski tanpa atap. Warga setempat, seperti Maman, mengaku terharu melihat kembali bekas rumah dan masjid yang dulu menjadi pusat kegiatan mereka. “Rata-rata orang yang ke sini mau mencari ikan, atau mereka yang dulunya warga sini,” ujar Maman, yang juga mantan warga Kampung Somang.
Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yudha Lesmana, penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi wajar saat kemarau. Meski demikian, tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi. “Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk,” jelas Dedi.
Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam [titlebase] juga menarik perhatian para pengamat lingkungan. Pasalnya, bangunan-bangunan yang muncul tidak pernah dihancurkan saat proses penggenangan. Petugas hanya membersihkan vegetasi, sehingga sisa konstruksi masih utuh. Hal ini diakui oleh Maretha Ayu Kusumawati, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS C3. “Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja,” katanya.
Fenomena ini mengingatkan kita pada masa lalu ketika dua desa tersebut dikosongkan pada tahun 2023 untuk proyek strategis nasional. Kini, saat kemarau tiba, Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam [titlebase] menjadi destinasi nostalgia bagi mantan warga. Sementara itu, Kementerian PU memastikan pasokan air tetap terjaga. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, “Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga.”
Kesimpulannya, meskipun musim kemarau menyebabkan surutnya air Bendungan Karian dan memunculkan kembali kampung-kampung yang dulu tenggelam, hal ini tidak mengganggu fungsi utama bendungan. Fenomena ini justru menjadi pengingat akan sejarah dan perjuangan warga yang harus rela meninggalkan tanah kelahirannya demi pembangunan.











