FaktaHari – 27 Juli 2026 | Pemukim Yahudi menggila, bakar masjid di Tepi Barat [titlebase] dalam serangkaian serangan brutal pada akhir pekan lalu. Insiden ini terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di desa Qusra, selatan Nablus, dan desa Kour dekat Tulkarem. Para pemukim tidak hanya membakar masjid yang sedang dibangun, tetapi juga merusak properti warga Palestina dan mencoretkan grafiti rasis bernada balas dendam. Aksi ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Hamas dan Kementerian Wakaf Palestina.
Pada Minggu, 26 Juli 2026, dini hari, sekelompok pemukim Israel menyerbu desa Qusra dan membakar Masjid Al-Rahma yang masih dalam tahap pembangunan. Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengonfirmasi bahwa material kayu dan peralatan konstruksi di lokasi hangus terbakar. Api bahkan merusak pintu masuk dan bangunan batu masjid. Para pelaku juga menyemprotkan grafiti berbahasa Ibrani yang menyerukan balas dendam terhadap orang Arab.
Tak lama setelah itu, insiden serupa terjadi di desa Kour, selatan Tulkarem. Sebuah masjid dibakar dan dindingnya dicoret-coret dengan slogan rasis. Warga setempat berhasil memadamkan api sebelum menjalar lebih luas. Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam keras serangan ini sebagai kejahatan sistematis yang menargetkan situs suci Islam di bawah perlindungan aparat Israel.
Pemukim Yahudi menggila, bakar masjid di Tepi Barat [titlebase] merupakan bagian dari eskalasi kekerasan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada Jumat, bentrokan mematikan terjadi di Desa Tal dekat Nablus, menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel. Insiden itu dipicu oleh seorang pemuda Palestina yang merebut senjata pemukim dan menembak. Sebagai respons, pasukan Israel memberlakukan pengepungan ketat di Nablus dan sekitarnya, serta melakukan penggerebekan besar-besaran.
Selain pembakaran masjid, para pemukim juga menyerang fasilitas penghancur batu di Ein Samiya, timur Ramallah, melukai pekerja Palestina dan membakar alat berat. Di Beit Furik, mereka membakar rumah warga. Semua aksi ini menunjukkan pola serangan “price tag” yang bertujuan membalas dendam atas kejadian sebelumnya.
Sejak Oktober 2023, kekerasan pemukim dan militer Israel di Tepi Barat telah menewaskan sedikitnya 1.182 warga Palestina, melukai ribuan lainnya, dan menahan sekitar 24.000 orang. Pemukim Yahudi menggila, bakar masjid di Tepi Barat [titlebase] adalah bukti nyata bahwa situasi kian tidak terkendali.
Hamas melalui juru bicaranya Mahmoud Mardawi menyebut serangan ini sebagai “kejahatan fasis sistematis” dan pelanggaran terhadap tempat suci Islam. Ia menyerukan rakyat Palestina untuk bergerak membela masjid dan tempat suci mereka. Sementara itu, masyarakat internasional dan organisasi HAM didesak segera bertindak menghentikan agresi ini.
Kesimpulannya, aksi pembakaran masjid oleh pemukim Israel merupakan pelanggaran serius terhadap nilai agama dan kemanusiaan. Tanpa tekanan internasional yang kuat, kekerasan akan terus berlanjut dan mengancam stabilitas kawasan. Pemukim Yahudi menggila, bakar masjid di Tepi Barat [titlebase] harus direspons dengan tindakan nyata untuk melindungi warga sipil dan tempat ibadah.











