FaktaHari – 24 Juli 2026 | Kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian [titlebase] yang mengejutkan publik. Seorang pekerja bengkel motor di Jalan Adi Sumarmo, Banyuanyar, Solo, Bagas Eko Prasetyo (20), tewas setelah diduga melompat dari lift barang yang hendak anjlok. Insiden tragis ini terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 10.50 WIB.
Berdasarkan keterangan polisi, Bagas bersama rekannya Muhammad Nursahid (56) tengah memindahkan barang dari lantai dua ke lantai satu menggunakan lift barang. Namun, tiba-tiba tali seling pengaman lift terlepas karena pengait tidak terpasang kencang. Lift kehilangan penahan dan mulai meluncur tak terkendali. Dalam kepanikan, Bagas berusaha menyelamatkan diri dengan melompat, namun nahas ia mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat. Sementara itu, Nursahid mengalami patah tulang kaki kanan dan dilarikan ke RSUD dr. Moewardi.
Kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian [titlebase] semakin jelas setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengungkapkan bahwa penyebab utama adalah kunci tali seling yang kurang kencang. “Pengaman atau kunci tali seling kurang kencang dan mengakibatkan pengait dari lift barang itu terlepas,” ujarnya. Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dan menyelidiki dugaan kelalaian.
Kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian [titlebase] juga menuai sorotan dari DPRD Kota Solo. Anggota Komisi III DPRD Solo, Sonny, mempertanyakan standar keselamatan kerja di sektor usaha swasta. Meskipun lift tersebut diperuntukkan bagi barang, bukan manusia, ia menekankan pentingnya pengawasan alat kerja agar kejadian serupa tidak terulang. “Setiap pelaku usaha harus memperhatikan standar keselamatan kerja dalam menjalankan aktivitas bisnisnya,” tegas Sonny. Ia juga mendorong agar korban kecelakaan kerja mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Para saksi di lokasi mengaku mendengar suara benturan keras dari area lift sekitar pukul 10.30 WIB. Salah seorang saksi yang sedang menyusun suku cadang di lantai satu langsung mengecek dan menemukan Nursahid tergeletak dengan luka di kaki, sementara Bagas sudah tidak bernyawa. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan alat berat dan lift barang. Polisi mengimbau seluruh pelaku usaha untuk secara rutin memeriksa kelayakan peralatan kerja demi mencegah tragedi serupa.
Dengan terungkapnya kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian [titlebase] ini, diharapkan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan alat kerja di Solo dapat segera dilakukan. Pemerintah dan DPRD berkomitmen untuk memperketat aturan dan memastikan setiap pekerja mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan yang memadai. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat Solo.











