FaktaHari – 24 Juli 2026 | BMKG peringatkan potensi hujan dan angin kencang pada 23-25 Juli 2026 menyusul menguatnya Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku untuk periode Kamis, 23 Juli hingga Sabtu, 25 Juli 2026. Dinamika atmosfer yang terpicu oleh bibit siklon ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan analisis terkini, pusat tekanan Bibit Siklon 92W tercatat 998 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 35 knot. Sistem ini bergerak ke arah barat laut dan berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di pesisir timur Filipina, Laut Filipina Timur, hingga sekitar pusat bibit siklon, yang berdampak langsung pada peningkatan curah hujan di Indonesia bagian utara dan timur.
Pada Kamis, 23 Juli, BMKG menetapkan status Waspada (hujan sedang hingga lebat) untuk 14 provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, peringatan angin kencang berlaku di 14 provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Memasuki Jumat, 24 Juli, cakupan wilayah berstatus Waspada menyusut menjadi enam daerah: Sulawesi Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Aceh, Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara. Meski demikian, BMKG peringatkan potensi hujan dan angin kencang pada 23-25 Juli 2026 masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan pesisir dan dataran tinggi. Angin kencang diprakirakan melanda hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan.
Pada Sabtu, 25 Juli, potensi hujan lebat tetap mengintai Sulawesi Tengah dan beberapa wilayah Papua. BMKG mencatat curah hujan kategori rendah mencakup 76,54% wilayah Indonesia, menengah 23,36%, dan tinggi hanya 0,09%. Namun, pengaruh Bibit Siklon 92W dapat memicu peningkatan curah hujan secara tiba-tiba di daerah yang sebelumnya kering.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang. BMKG juga mengingatkan nelayan dan pelaku transportasi laut untuk mewaspadai gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di perairan utara Papua hingga Laut Filipina. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi www.bmkg.go.id atau media sosial @infobmkg.
Sebagai kesimpulan, BMKG peringatkan potensi hujan dan angin kencang pada 23-25 Juli 2026 yang dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 92W. Meskipun tidak ada status Siaga atau Awas, masyarakat tetap harus waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Pantau terus perkembangan informasi dari BMKG untuk keselamatan bersama.











