FaktaHari – 22 Juli 2026 | TNI AU gandeng tentara Malaysia amankan perbatasan udara pakai F-16 dan Hornet dalam patroli bersama bertajuk Malindo Siri I 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan. Dua unit pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 TNI AU dan tiga unit F/A-18 Hornet milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) diterbangkan secara terkoordinasi di wilayah udara perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa patroli bersama ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan wilayah udara, memperkuat interoperabilitas, serta mempererat hubungan antara kedua angkatan udara. “Patroli bersama ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan wilayah udara, memperkuat interoperabilitas, serta mempererat hubungan antara kedua angkatan udara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
Pelaksanaan patroli turut didukung oleh Ground Controlled Interception (GCI) dari Satuan Radar 104 Dumai di bawah jajaran komando sektor I, Panglima Kosek I Marsekal Pertama TNI Imam Subekti. Kegiatan Malindo Siri I 2026 menjadi wujud komitmen Indonesia dan Malaysia dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan perbatasan. Patroli terkoordinasi ini rutin digelar dua kali dalam setahun, dengan area patroli yang bergantian. Sebelumnya, pada Malindo Siri II 2023, patroli dilakukan di wilayah Selat Malaka.
Selain patroli bersama, TNI AU dan TUDM juga merencanakan latihan bersama bertajuk Elang Malindo 2026. Latihan ini akan menjadi edisi ke-30, menandai konsistensi kerja sama pertahanan udara regional yang telah terjalin lama. Dalam pertemuan Concept Development Conference (CDC) 2025, delegasi TNI AU dan TUDM sempat bertukar informasi mengenai operasional dan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi, yang juga menjadi bagian dari armada Malaysia dengan 30 unit Su-30MKM.
TNI AU gandeng tentara Malaysia amankan perbatasan udara pakai F-16 dan Hornet tidak hanya terbatas pada patroli. Kerja sama ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan latihan bersama, seperti yang direncanakan dalam Elang Malindo 2026. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, di sisi lain, TNI AU juga aktif dalam latihan multinasional. Pada hari yang sama, penerbang tempur TNI AU berlatih Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) dengan penerbang Singapura dan Jepang di wilayah udara Darwin, Australia, sebagai bagian dari latihan Pitch Black 2026. Dalam latihan tersebut, pilot TNI AU menggunakan pesawat T-50i Golden Eagle untuk berlatih manuver bersama pesawat F-16D milik Royal Singapore Air Force dan F-35A milik Japan Air Self-Defense Force. Kepala Dinas Penerangan TNI AU menyebut kesempatan ini penting untuk mempelajari karakteristik dan kemampuan pesawat tempur negara sahabat.
Di tengah gencarnya kegiatan operasional dan latihan, TNI AU juga menunjukkan kontribusinya di bidang ketahanan pangan. Berdasarkan data yang dihimpun, TNI AU berhasil mengelola perkebunan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu, setara 1,36 juta ton gula. Capaian ini memenuhi 45,05 persen kebutuhan gula nasional tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung saat panen raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada 17 Juli 2026. Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN, dan asosiasi petani menjadi kunci keberhasilan tersebut.
Kesimpulannya, TNI AU terus menjalankan peran ganda: sebagai garda terdepan pertahanan udara melalui patroli dan latihan bersama mitra internasional, serta sebagai pendukung ketahanan pangan nasional. Kerja sama dengan Malaysia melalui patroli Malindo dan latihan Elang Malindo menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Dengan semangat kolaborasi, TNI AU gandeng tentara Malaysia amankan perbatasan udara pakai F-16 dan Hornet secara rutin, menunjukkan kesiapan dan profesionalisme TNI AU dalam menghadapi tantangan keamanan regional. TNI AU gandeng tentara Malaysia amankan perbatasan udara pakai F-16 dan Hornet menjadi bukti nyata bahwa diplomasi pertahanan dapat berjalan seiring dengan ketahanan nasional.











