Berita  

Momen Bersejarah: Indonesia Resmi Miliki 22 Jet Latih T-50i Buatan Korea Selatan

Momen Bersejarah: Indonesia Resmi Miliki 22 Jet Latih T-50i Buatan Korea Selatan
Momen Bersejarah: Indonesia Resmi Miliki 22 Jet Latih T-50i Buatan Korea Selatan

FaktaHari – 18 Juli 2026 | Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan setelah Korea Aerospace Industries (KAI) menyelesaikan pengiriman enam unit terakhir pada Kamis, 16 Juli 2026. Pengiriman ini merupakan bagian dari kontrak yang ditandatangani pada 2021, dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di luar Korea Selatan yang mengoperasikan varian ekspor jet latih supersonik T-50i Golden Eagle.

Sebelumnya, pada 2011, KAI dan TNI AU telah menyepakati pengiriman 16 unit T-50. Dengan tambahan enam unit terbaru, total armada T-50i yang dimiliki Indonesia kini mencapai 22 pesawat. Keberadaan pesawat ini memperkuat Skadron Udara 15 yang bermarkas di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. Tak hanya itu, Indonesia juga telah mengakuisisi 20 pesawat latih KT-1 buatan Korea Selatan, sehingga total pesawat buatan Korsel yang dimiliki Indonesia mencapai 42 unit, termasuk keterlibatan dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae.

Keberhasilan pengiriman ini menandai babak baru dalam hubungan pertahanan Indonesia-Korea Selatan. Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan yang siap mendukung program latihan penerbang TNI AU. Pesawat T-50i dikenal memiliki kemampuan supersonik dan sistem avionik canggih, menjadikannya platform ideal untuk transisi pilot dari pesawat latih dasar ke jet tempur seperti F-16 dan Sukhoi.

Sejalan dengan penguatan armada, TNI AU juga mengerahkan lima pesawat T-50i dan 95 personel untuk mengikuti latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di Darwin, Australia, yang berlangsung pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026. Latihan yang digelar Royal Australian Air Force (RAAF) ini melibatkan angkatan udara dari 20 negara. Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo menyatakan bahwa partisipasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi udara gabungan dan kesiapan tempur.

Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan yang juga menjadi tulang punggung latihan udara. Kehadiran pesawat ini memungkinkan TNI AU untuk mempercepat proses alih teknologi dan meningkatkan kemandirian dalam pemeliharaan alutsista. KAI sendiri telah menyelesaikan pengiriman pesawat melalui jalur kargo ke Bandara Juanda, lalu diangkut darat ke Skadron Udara 15.

Selain pengiriman pesawat, Indonesia dan Korea Selatan terus memperluas kerja sama di sektor pertahanan. Indonesia turut ambil bagian dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21, yang diharapkan menjadi backbone pertahanan udara masa depan. Dengan demikian, Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat latih, tetapi juga simbol kemitraan strategis kedua negara.

Di sisi lain, TNI AU juga terus memodernisasi sistem pertahanan udara. PT Len Industri baru saja memperkenalkan radar Ground Control Interception (GCI) generasi terbaru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan kemampuan deteksi hingga 515 kilometer. Radar yang dirancang mobil dan cepat digelar ini akan memperkuat pengawasan ruang udara strategis, beriringan dengan kesiapan skuadron T-50i.

Kesimpulannya, pencapaian pengiriman 22 jet latih T-50i menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pengguna utama alutsista Korea Selatan. Ke depannya, diharapkan kerja sama ini terus berlanjut guna mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional dan meningkatkan profesionalisme personel TNI AU dalam mengawal kedaulatan udara Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *