Berita  

Tragedi di Kolam Penampungan: 8 Siswi MTs di Garut Tenggelam, 1 Tewas

Tragedi di Kolam Penampungan: 8 Siswi MTs di Garut Tenggelam, 1 Tewas
Tragedi di Kolam Penampungan: 8 Siswi MTs di Garut Tenggelam, 1 Tewas

FaktaHari – 18 Juli 2026 | Di kolam inilah 8 siswi MTs di Garut tenggelam, 1 meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026 siang, di kolam penampungan air milik Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Delapan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul Ulum Cigedug tenggelam saat berenang setelah mengikuti kegiatan tadabur alam dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Satu di antaranya, Siti Jamilah (14), siswi kelas IX, ditemukan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran di beberapa pos, kemudian bermain dan makan bersama di Kampung Cibolang, Desa Cidatar. Setelah acara selesai, para siswa beristirahat. Sejumlah siswa laki-laki kemudian berenang di kolam penampungan yang memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter. Para siswi awalnya bermain air di tepi, namun Siti Jamilah bersama tujuh temannya kemudian ikut masuk ke kolam. Mereka diduga mengalami kesulitan saat berenang hingga akhirnya tenggelam.

Warga dan peserta kegiatan yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Tujuh siswi berhasil diselamatkan, sedangkan Siti Jamilah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. “Ketujuh pelajar lainnya dapat diselamatkan, sedangkan korban tenggelam dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ipda Susilo Adi, Jumat (17/7/2026). Polres Garut langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan. “Sudah dilakukan pemeriksaan kepada saksi, olah TKP, pemasangan police line,” kata Ipda Susilo Adhi saat dihubungi. Hasil sementara menunjukkan insiden ini murni kecelakaan. Pihak keluarga korban tidak mau melaporkan peristiwa tersebut ke jalur hukum dan menganggapnya sebagai musibah.

Di kolam inilah 8 siswi MTs di Garut tenggelam, 1 meninggal dunia. Bak penampungan air tersebut diketahui milik desa dan biasa digunakan warga untuk kebutuhan air. Kedalaman lebih dari 2 meter menjadi ancaman bagi mereka yang tidak bisa berenang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat saat anak-anak beraktivitas di dekat air. Kepolisian mengimbau agar kegiatan serupa selalu didampingi oleh guru atau orang dewasa yang kompeten dalam keselamatan air.

Korban Siti Jamilah merupakan warga Kecamatan Cigedug. Ia dikenal sebagai siswi yang aktif dalam kegiatan sekolah. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan guru. Tujuh temannya yang selamat kini dalam kondisi trauma dan mendapat pendampingan psikologis. Di kolam inilah 8 siswi MTs di Garut tenggelam, 1 meninggal dunia. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan mengingatkan kita semua akan risiko yang mengintai di balik aktivitas rekreasi sederhana.

Kesimpulan: Insiden tenggelamnya delapan siswi MTs di Garut, yang menewaskan Siti Jamilah, merupakan kecelakaan murni yang tidak terduga. Pihak sekolah dan orang tua diharapkan lebih waspada dan memberikan edukasi keselamatan dasar kepada anak-anak. Kolam penampungan air yang tidak dilengkapi dengan alat keselamatan dan pengawasan menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar tidak terulang lagi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *