FaktaHari – 17 Juli 2026 | Jakarta – BPOM Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Pangan Berbasis Sains Nasional LPP RRI dalam seminar nasional yang digelar oleh Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI). Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa pangan aman, bermutu, dan bergizi adalah kewajiban negara yang harus dijamin melalui kebijakan berbasis sains. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional bertema ‘Membangun Peradaban Teknologi Pangan Untuk Future and Healthy Food’ di Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026.
Taruna menjelaskan bahwa sektor pangan menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, serta persoalan gizi masyarakat. Oleh karena itu, inovasi dan pengembangan teknologi pangan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pangan yang aman dan sehat di masa depan. BPOM Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Pangan Berbasis Sains Nasional LPP RRI sebagai landasan utama dalam setiap regulasi yang dikeluarkan.
Dalam seminar tersebut, Taruna juga menyinggung perdebatan mengenai pangan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) yang marak diperbincangkan. Menurutnya, BPOM tidak menolak perkembangan teknologi pangan selama produk akhir memenuhi persyaratan keamanan dan kualitas. “Yang terpenting adalah hasil akhirnya. Selama produk tersebut aman, bermutu, bergizi, dan diproduksi melalui proses yang terstandar, maka teknologi harus menjadi bagian dari solusi,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan kembali BPOM Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Pangan Berbasis Sains Nasional LPP RRI, di mana teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan mutu pangan.
Selain itu, BPOM mendorong reformulasi produk pangan guna mengurangi kandungan gula, garam, dan lemak yang berlebihan. Langkah ini diperkuat melalui implementasi kebijakan Nutri-Level, yaitu sistem pelabelan yang membantu masyarakat memilih pangan lebih sehat. Taruna menilai kebijakan ini sejalan dengan upaya global untuk menekan angka obesitas dan penyakit tidak menular. Dengan pendekatan berbasis sains, BPOM tegaskan komitmen kawal kebijakan pangan berbasis sains nasional LPP RRI agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang.
BPOM juga terus memperkuat pengawasan pangan olahan berbasis risiko melalui Program Manajemen Risiko (PMR). Pendekatan ini mendorong pelaku usaha untuk menerapkan pengawasan mandiri terhadap keamanan dan mutu produknya di seluruh Indonesia. Taruna menilai pendekatan berbasis risiko menjadi penting mengingat jumlah industri pangan di Indonesia telah mencapai jutaan unit usaha. Dengan demikian, pengawasan yang efektif dapat menjamin bahwa setiap produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.
Dalam kesempatan itu, Taruna menekankan bahwa BPOM akan konsisten memastikan setiap produk yang beredar memenuhi prinsip pangan aman, bermutu, dan bergizi. “Pangan aman, bermutu, dan bergizi adalah kewajiban. Sebagai regulator, BPOM akan konsisten memastikan bahwa setiap produk yang beredar memenuhi prinsip tersebut,” tegasnya. Komitmen ini tidak hanya berlaku untuk produk dalam negeri, tetapi juga untuk pangan impor yang masuk ke Indonesia.
Seminar nasional yang diselenggarakan PATPI ini menjadi ajang diskusi bagi para ahli teknologi pangan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan masa depan pangan Indonesia. Dengan mengusung tema pembangunan peradaban teknologi pangan, diharapkan lahir inovasi-inovasi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global. BPOM Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Pangan Berbasis Sains Nasional LPP RRI menjadi pilar utama dalam setiap langkah strategis yang diambil.
Secara keseluruhan, langkah BPOM yang menggabungkan pengawasan ketat dengan inovasi teknologi diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Masyarakat pun diimbau untuk lebih cerdas dalam memilih pangan, dengan memanfaatkan informasi yang disediakan oleh BPOM, seperti label Nutri-Level. Dengan sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan konsumen, cita-cita mewujudkan pangan aman, bermutu, dan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.











