FaktaHari – 17 Juli 2026 | Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatatkan pencapaian signifikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Total 17.554 masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat telah merasakan manfaat langsung dari program ini. Angka tersebut menunjukkan komitmen PLN dalam menghadirkan dampak sosial yang nyata, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui pemberdayaan berkelanjutan.
Program TJSL PLN UID Jawa Barat menjangkau wilayah yang luas, mulai dari Bandung, Depok, Sukabumi, Purwakarta, Kuningan, hingga Pangandaran. Setiap inisiatif dirancang berdasarkan kebutuhan spesifik masyarakat setempat. Misalnya, di sektor pendidikan, PLN memberikan bantuan perangkat multimedia untuk SMPIT Al Bina Purwakarta dan laboratorium komputer di Kabupaten Kuningan. Langkah ini bertujuan memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa program TJSL tidak sekadar pemberian dana, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat. “Melalui program TJSL, PLN ingin hadir memberikan manfaat yang nyata. Setiap bantuan dirancang berdasarkan kebutuhan penerima agar dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam akses pendidikan, kemandirian ekonomi, maupun dukungan bagi kelompok rentan,” ujar Joharifin. Pernyataan ini mencerminkan komitmen perusahaan yang tertuang dalam setiap program yang diluncurkan.
Pada semester pertama 2026, fokus utama program TJSL PLN UID Jawa Barat meliputi pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Di sektor ekonomi, program PowerAble (Empowering Disable) memberikan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas melalui Yayasan Kreasi Pulas Katumbiri. Program ini membantu mereka mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Sementara itu, di sektor lingkungan, program The New Factory: Scale Up Inovasi Daur Ulang Limbah Tekstil mendorong pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi anggota koperasi pekerja garmen di Bandung.
Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari kontribusi PLN terhadap enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Pendidikan Bermutu, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dengan pendekatan ini, program TJSL tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan lingkungan di Jawa Barat.
Keberhasilan program TJSL PLN UID Jawa Barat juga tidak lepas dari kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan mitra lainnya. Joharifin menambahkan, “Kami berharap berbagai program yang dijalankan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus berkembang. Kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.”
Hingga akhir Juni 2026, angka penerima manfaat terus bertambah. Salah satu penerima, seorang penyandang disabilitas di Bandung, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan menjahit yang difasilitasi PLN. Ia kini mampu memproduksi masker kain dan tas belanja yang dipasarkan secara online. Kisah sukses seperti ini menjadi bukti bahwa program TJSL memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
PLN UID Jawa Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Ke depannya, perusahaan akan memperluas jangkauan program ke daerah-daerah yang belum tersentuh, serta meningkatkan kualitas intervensi di sektor-sektor prioritas. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang merasakan manfaat dari program ini, dan pada akhirnya mendorong percepatan pembangunan sosial-ekonomi di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan, PLN bertekad untuk menjadi motor penggerak perubahan positif. Program TJSL bukan hanya sekadar kewajiban korporasi, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Keberlanjutan program menjadi prioritas utama, sehingga dampak yang dihasilkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
