FaktaHari – 17 Juli 2026 | Perusahaan robotika asal Shenzhen, China, UBTech, resmi meluncurkan inovasi terbarunya yang menggemparkan industri teknologi: UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1 Diklaim Siap Diproduksi Massal. Robot ini bukan sekadar mesin industri, melainkan pendamping emosional yang dirancang untuk menemani manusia dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang hidup sendiri atau lanjut usia.
Berbeda dengan robot humanoid lain yang fokus pada sektor manufaktur atau pergudangan, U1 hadir dengan kemampuan interaksi sosial berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendalam. Robot ini mampu melakukan percakapan, menjaga kontak mata, dan mengenali kondisi emosional pemiliknya melalui kamera yang tertanam di matanya. Semua pemrosesan AI dilakukan secara lokal di dalam perangkat, sehingga privasi pengguna tetap terjaga tanpa perlu koneksi internet.
UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1 Diklaim Siap Diproduksi Massal dalam dua varian: versi perempuan setinggi 167 sentimeter dan versi laki-laki setinggi 183 sentimeter. Keduanya dibekali 88 motor servo yang memungkinkan gerakan tubuh yang fleksibel, termasuk struktur leher biomimetik dengan dua titik putar yang meniru hingga 90 persen gerakan leher manusia. Material silikon pada kulit memberikan tekstur yang mendekati manusia, meskipun masih terasa lebih dingin saat disentuh.
Chief Brand Officer UBTech, Michael Tam, saat peluncuran menyatakan, ‘Robot bionik kami dapat menemani Anda seumur hidup. Robot itu tidak akan pernah mengkhianati Anda, selalu setia, dan akan mencintai Anda tanpa syarat.’ Pernyataan ini menekankan visi perusahaan untuk menciptakan hubungan emosional antara manusia dan robot. Dengan sekitar 90 juta penduduk China yang hidup sendiri, kebutuhan akan robot pendamping seperti U1 diprediksi akan terus meningkat.
UBTech juga memastikan bahwa U1 bukanlah asisten rumah tangga yang melakukan pekerjaan fisik seperti memasak atau membersihkan. Fokus utamanya adalah interaksi sosial yang natural. Robot ini dapat digunakan di sektor layanan lansia, perhotelan, penyambutan tamu, hingga layanan rumah tangga premium. Dalam demonstrasi di Shenzhen, U1 mampu merespons ekspresi wajah dan mengenali tanda-tanda stres atau kelelahan.
UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1 Diklaim Siap Diproduksi Massal dengan teknologi yang diwarisi dari pendahulunya, Walker S2. Walker S2 adalah robot humanoid yang mampu mengganti baterai sendiri secara otomatis dan beroperasi 24 jam tanpa henti. Teknologi otonom tersebut menjadi fondasi bagi U1 yang kini lebih dioptimalkan untuk interaksi sosial.
Minat pasar terhadap U1 sangat tinggi. CEO UBTech, Zhou Jian, mengungkapkan bahwa robot tersebut telah memperoleh lebih dari 13.000 pemesanan awal hanya dalam waktu singkat setelah reservasi dibuka. Calon pembeli hanya perlu membayar uang muka sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp10,3 juta, yang dapat dikembalikan jika membatalkan pesanan. Angka ini menunjukkan bahwa UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1 Diklaim Siap Diproduksi Massal telah menarik perhatian global.
Peluncuran U1 sejalan dengan prioritas pemerintah China yang menjadikan robot humanoid sebagai salah satu sektor strategis dalam rencana pembangunan lima tahun 2026–2030. Presiden Federasi Robotika Internasional, Takayuki Ito, mencatat bahwa China mulai beralih dari otomatisasi industri menuju robotika cerdas yang berinteraksi langsung dengan manusia. Lembaga riset Barclays memperkirakan sekitar 11 juta robot humanoid akan beroperasi di China pada 2035, sementara Morgan Stanley mencatat penjualan robot humanoid tahun lalu baru mencapai 12.000 unit—menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar.
Zhou Jian meyakini bahwa robot berwujud manusia akan menjadi bentuk utama interaksi masyarakat dengan kecerdasan buatan di masa depan. Keberhasilan U1 di pasar dapat menjadi katalis bagi perusahaan teknologi lain untuk mengikuti langkah serupa, mempercepat perkembangan industri robot humanoid global. Dengan kombinasi kecanggihan teknis, pendekatan emosional, dan dukungan pemerintah, U1 bukan sekadar produk, melainkan tonggak baru dalam sejarah robotika.
