Berita  

SMK-SMTI Makassar Wisuda 202 Alumni dan Tandatangani MoU dengan Perusahaan Mitra

SMK-SMTI Makassar Wisuda 202 Alumni dan Tandatangani MoU dengan Perusahaan Mitra
SMK-SMTI Makassar Wisuda 202 Alumni dan Tandatangani MoU dengan Perusahaan Mitra

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Makassar – Komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten kembali diwujudkan melalui prosesi Wisuda Angkatan ke-60 SMK-SMTI Makassar. Acara yang berlangsung di Hotel MaxOne dan Resort Makassar pada Kamis (16/7) ini merupakan momentum penting bagi 202 alumni yang resmi dikukuhkan sebagai lulusan tahun 2026. Prosesi tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMK-SMTI Makassar dan sejumlah perusahaan mitra, menegaskan kesuksesan pendidikan vokasi berbasis link and match.

Dalam sambutannya, Kepala SMK-SMTI Makassar, Basri Nur, mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan 202 siswa dari tiga program keahlian, yaitu Teknik Kimia Industri, Pengawasan Mutu, dan Teknik Mekatronika. Dari jumlah tersebut, 62 orang telah diterima bekerja, 22 melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 23 memilih menjadi wirausahawan. Sisanya masih dalam proses rekrutmen di perusahaan mitra. “Kami optimistis jumlah lulusan yang terserap dunia industri akan meningkat signifikan. Delapan perusahaan yang mengikuti rekrutmen membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, dan hasil seleksinya belum termasuk dalam data yang kami laporkan hari ini. Bahkan besok, PT Sugar Group kembali membuka rekrutmen bagi alumni kami,” jelasnya.

SMK-SMTI Makassar wisuda 202 alumni dirangkaikan penandatanganan MoU dengan sejumlah perusahaan mitra menjadi bukti nyata kolaborasi erat antara sekolah dan dunia usaha. MoU tersebut mencakup perluasan akses magang, rekrutmen, dan pengembangan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan sektor industri nasional. Selain itu, sekolah juga memberikan Industry Award kepada perusahaan mitra dan SMP Award kepada sekolah yang mendukung pendidikan vokasi. Basri menekankan, “Pendidikan vokasi mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi. Kami terus menjalin kemitraan strategis untuk memastikan lulusan siap kerja.”

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin ini, sebanyak 202 alumni secara simbolis diserahkan kepada Himpunan Alumni SMK-SMTI Makassar (HASTEMI). Langkah ini memperkuat jejaring alumni yang berperan aktif mendukung sekolah dan membuka akses kerja bagi lulusan baru. Hingga saat ini, SMK-SMTI Makassar telah melahirkan lebih dari 6.100 alumni yang tersebar di berbagai sektor, termasuk perusahaan industri, instansi pemerintah, TNI, dan Polri.

Basri mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk bersekolah di SMK-SMTI Makassar terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026, sekolah menerima 360 peserta didik baru melalui sistem seleksi nasional tanpa batasan domisili. “SMK-SMTI Makassar tidak menerapkan sistem zonasi. Siapa pun yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi. Tingginya minat menunjukkan bahwa sekolah vokasi yang menyiapkan lulusan untuk bekerja semakin dipercaya,” katanya.

SMK-SMTI Makassar wisuda 202 alumni dirangkaikan penandatanganan MoU dengan sejumlah perusahaan mitra menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia semakin relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan nasional, para siswa dibekali kompetensi yang sesuai sehingga peluang kerja lebih besar. Basri berpesan kepada para alumni, “Jagalah nama baik pribadi dan almamater di mana pun berkarya. Ketika sukses, kembalilah berbagi pengalaman dan masukan agar sekolah ini terus berkembang mengikuti kebutuhan industri.” Dengan langkah ini, SMK-SMTI Makassar tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang berorientasi pada masa depan industri Indonesia.

Exit mobile version