FaktaHari – 16 Juli 2026 | Bojonegoro – Sebelum pelaksanaan upacara pembukaan, Komandan SSK Satgas Lettu Purnomo Paparkan Program TMMD 129 Kodim Bojonegoro secara rinci. Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro resmi dimulai pada Rabu, 15 Juli 2026. Paparan yang disampaikan Lettu Ckm Purnomo berlangsung di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam pemaparannya, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke-129 tersebut menjelaskan bahwa program terpadu dan lintas sektoral ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Tema yang diusung adalah “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” yang menekankan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan.
“Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan cor beton, peningkatan sarana pendidikan, pembangunan drainase, peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni, pembuatan sumur bor, dan normalisasi sungai afveor,” ungkap Lettu Ckm Purnomo. Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan telah direncanakan dengan matang untuk memberikan manfaat maksimal bagi warga Desa Kesongo.
Komandan SSK Satgas Lettu Purnomo Paparkan Program TMMD 129 Kodim Bojonegoro juga menekankan peran strategis TMMD dalam membangkitkan nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebangsaan yang dihadirkan lewat program ini mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. “Harapannya, dengan adanya TMMD ini aksesibilitas masyarakat Desa Kesongo terbuka, mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di sektor pertanian, serta mengembangkan potensi lokal lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, pada upacara pembukaan di Lapangan Desa Mlideg, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada TNI Kodim 0813 Bojonegoro yang terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten. Menurutnya, program TMMD selaras dengan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat pembangunan dari tingkat desa, termasuk peningkatan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Program TMMD ini menjadi instrumen strategis untuk mempercepat terwujudnya desa-desa di Bojonegoro yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Setyo Wahono. Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti pentingnya kemanunggalan TNI bersama rakyat sebagai modal utama pembangunan.
Komandan SSK Satgas Lettu Purnomo Paparkan Program TMMD 129 Kodim Bojonegoro dengan rinci di hadapan para peserta upacara dan tokoh masyarakat. Paparan tersebut mencakup jadwal kerja, sasaran fisik, serta sasaran nonfisik seperti penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan. Seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga setempat.
Desa Kesongo dipilih sebagai lokasi TMMD ke-129 karena dinilai memiliki kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur dasar. Jalan cor beton yang akan dibangun diharapkan menghubungkan kawasan pertanian dengan pusat ekonomi, sehingga memudahkan distribusi hasil tani. Pembangunan drainase juga diarahkan untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan, sementara sumur bor akan menyediakan akses air bersih bagi warga.
Peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni menjadi perhatian khusus dalam program ini. Sejumlah rumah tidak layak huni akan direnovasi agar lebih sehat dan nyaman. Selain itu, normalisasi sungai afveor akan memperlancar aliran air dan mengurangi sedimentasi. Di bidang pendidikan, sarana belajar di sekolah dasar setempat akan ditingkatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Warga Desa Kesongo menyambut antusias kegiatan TMMD ini. Mereka berharap setelah program selesai, kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik. Salah satu warga, Sukardi, mengatakan bahwa akses jalan yang rusak selama ini menyulitkan mereka mengangkut hasil pertanian. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah hadir dan membantu membangun desa kami,” ucapnya.
Sebagai bagian dari upaya penguatan kemanunggalan TNI-rakyat, TMMD ke-129 Kodim Bojonegoro juga menggelar kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan kesehatan, belajar bersama anak-anak, dan bakti sosial. Lettu Ckm Purnomo menegaskan bahwa semua kegiatan dilaksanakan dengan prinsip gotong royong dan transparan.
Program TMMD diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan di Bojonegoro. Dengan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, desa-desa di wilayah tersebut dapat berkembang lebih cepat. Keberhasilan TMMD sebelumnya menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas program pada tahun-tahun mendatang.
Komandan SSK Satgas Lettu Purnomo Paparkan Program TMMD 129 Kodim Bojonegoro sebagai langkah awal sebelum turun ke lapangan. Ia optimis bahwa seluruh target dapat tercapai tepat waktu. “Kami akan bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. Dengan semangat kebersamaan, TMMD ke-129 menjadi bukti nyata kontribusi TNI dalam membangun negeri dari desa.
