FaktaHari – 19 Juli 2026 | Media Vietnam ejek Timnas Indonesia: Raja tempat kedua Piala AFF sedang ketakutan! Kalimat itu mungkin terdengar provokatif, namun faktanya media Vietnam kini justru memberikan pengakuan serius terhadap kekuatan skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman. Menjelang Piala AFF 2026, tim asal Negeri Naga Biru itu menyebut bahwa Timnas Indonesia era Herdman sangat berbeda dibanding dua tahun lalu, dan tidak bisa lagi diremehkan.
Pernyataan tersebut muncul setelah Vietnam menyadari transformasi yang terjadi pada Timnas Indonesia. Dari segi fisik, taktik, hingga mental, John Herdman berhasil membawa perubahan signifikan. Media Vietnam bahkan menulis bahwa Timnas Indonesia kini layak disebut sebagai ancaman serius di Grup A, yang juga dihuni Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Frasa ‘Media Vietnam ejek Timnas Indonesia: Raja tempat kedua Piala AFF sedang ketakutan!’ kini berubah menjadi pengakuan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar runner-up abadi.
Persiapan Timnas Indonesia sendiri sudah memasuki fase krusial. Setelah fokus pada kebugaran, kini latihan di Bali United Training Center, Gianyar, difokuskan pada pematangan strategi. Dari 50 pemain yang dipanggil, hanya 23 yang akan lolos ke skuad final. Pemain seperti Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Thom Haye, dan Mitchell Baker (yang baru menjadi WNI) bersaing ketat. Herdman sendiri mengakui bahwa Vietnam adalah lawan terberat di grup, namun ia optimistis dengan persiapan timnya.
Media Vietnam juga menyoroti laga kandang Indonesia melawan Kamboja (27 Juli) dan Vietnam (3 Agustus) di Stadion Pakansari, Bogor. Tiket sudah dijual dengan harga Rp100.000 hingga Rp200.000. Euforia suporter Garuda diprediksi akan menjadi tekanan tersendiri bagi lawan, termasuk Vietnam. Tak heran, beberapa media Vietnam mulai menulis analisis serius tentang kekuatan Indonesia, meninggalkan nada ejekan sebelumnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, judul ‘Media Vietnam ejek Timnas Indonesia: Raja tempat kedua Piala AFF sedang ketakutan!’ memang sempat viral. Namun, kini narasi itu berubah. Media Vietnam justru menekankan bahwa jika Indonesia mampu memanfaatkan keuntungan kandang dan konsistensi permainan, bukan tidak mungkin gelar juara pertama akan diraih. Ketakutan yang dimaksud bukan lagi ejekan, melainkan kewaspadaan terhadap potensi besar Skuad Garuda.
Kesimpulannya, Piala AFF 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia. Dengan persiapan matang, dukungan suporter, dan pengakuan dari media Vietnam, harapan untuk mengakhiri puasa gelar di Asia Tenggara semakin terbuka lebar. Media Vietnam yang sebelumnya mencemooh kini justru memberi peringatan: jangan remehkan Indonesia, karena raja tempat kedua itu siap bangkit.











