FaktaHari – 18 Juli 2026 | Fajar/Fikri ubah strategi untuk singkirkan ganda Inggris, melangkah ke semifinal Japan Open 2026 [titlebase] menjadi kunci keberhasilan pasangan ganda putra Indonesia tersebut. Dalam laga perempat final yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jumat (17/7/2026), Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menundukkan pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy dengan skor 22-20, 21-13.
Pertandingan berjalan ketat, terutama pada gim pertama. Fajar/Fikri sempat kesulitan karena menerapkan pola permainan yang kurang tepat. Mereka mengawali pertandingan dengan strategi sederhana yang sukses digunakan saat menghadapi wakil Taiwan di babak sebelumnya. Namun, pendekatan itu tidak efektif menghadapi permainan cepat Lane/Vendy yang gemar bermain panjang-panjang.
“Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama. Kemarin saat melawan pasangan Taiwan, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan dengan bola cepat,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Menyadari strategi awal tidak berjalan sesuai rencana, Fajar/Fikri ubah strategi untuk singkirkan ganda Inggris dengan meningkatkan tempo dan mengambil inisiatif menyerang setelah interval gim pertama. Perubahan tersebut langsung membuahkan hasil. Mereka mampu membalikkan keadaan dan memenangkan gim pertama dengan skor tipis 22-20.
“Jadi setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil,” ujar Fajar.
Gim kedua menjadi milik Fajar/Fikri. Mereka tampil lebih percaya diri, menjaga intensitas serangan, dan membatasi ruang gerak Lane/Vendy. Pasangan Inggris tidak mampu mengembangkan permainan dan akhirnya menyerah 13-21. Kemenangan ini memastikan langkah Fajar/Fikri ke semifinal Japan Open 2026.
Pada babak semifinal, Sabtu (18/7/2026), Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pertandingan ini menjadi ajang revans bagi Fajar/Fikri setelah mereka kalah tipis dari Hoki/Kobayashi pada final Denmark Open 2025 dengan skor 18-21, 21-15, 19-21.
Fikri menyadari tantangan besar menanti. “Mereka pasangan yang sangat bagus, tidak mudah untuk melawan mereka. Tapi kami sama-sama punya peluang. Yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spirit-nya mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan mendapat dukungan publik tuan rumah,” kata Fikri.
Fajar/Fikri ubah strategi untuk singkirkan ganda Inggris telah terbukti efektif. Kini mereka bertekad menerapkan pola permainan agresif yang sama untuk mengatasi Hoki/Kobayashi. Dukungan dari masyarakat Indonesia pun diharapkan menjadi motivasi tambahan.
Dengan hasil ini, Indonesia masih memiliki dua wakil di semifinal Japan Open 2026, yakni Fajar/Fikri dan Putri Kusuma Wardani di sektor tunggal putri. Semoga langkah mereka terus berlanjut hingga meraih gelar juara.









