FaktaHari – 17 Juli 2026 | Pertamina respons Bobby Nasution soal PHK sopir truk BBM menjadi sorotan setelah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebutkan bahwa kelangkaan BBM di Medan dipicu oleh pemberhentian massal pengemudi mobil tangki. Dalam pernyataannya, Bobby mengungkapkan bahwa stok BBM sebenarnya aman, namun distribusi terganggu karena banyak truk tidak memiliki sopir. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara untuk meluruskan informasi.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, melainkan tindakan disiplin terhadap pengemudi yang melanggar aturan. “Kami memiliki aturan dan regulasi. Jika ada pelanggaran, kami tindak disiplin. Itu bukan PHK massal,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026). Pertamina respons Bobby Nasution soal PHK sopir truk BBM ini menekankan bahwa perusahaan tetap menyediakan pengemudi cadangan agar distribusi tidak terhenti.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Sunardi, juga membantah adanya aksi mogok sopir. “Isu mogok sopir tidak benar. Kami sedang melakukan evaluasi terhadap pengemudi yang kinerjanya kurang baik, bukan pemecatan massal,” jelasnya. Pertamina respons Bobby Nasution soal PHK sopir truk BBM ini diperkuat dengan data bahwa perusahaan telah menambah 10 mobil tangki operasional dan 30 unit spot charter, serta 34 awak tambahan untuk memperlancar distribusi.
Meski demikian, gangguan distribusi sempat terjadi sehingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Personel TNI dan Polri dikerahkan menjadi sopir sementara untuk mengantarkan BBM ke SPBU. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai langkah tersebut wajar. “Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Tidak boleh ada gangguan distribusi,” katanya di Kompleks Parlemen, Rabu (15/7/2026). Pertamina respons Bobby Nasution soal PHK sopir truk BBM ini juga mendapat dukungan pengamanan dari TNI-Polri untuk menjamin kelancaran.
Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa distribusi BBM di Medan dan sekitarnya telah kembali normal. Fuel Terminal Medan beroperasi 24 jam, dan stok BBM dalam kondisi aman. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa perusahaan tidak memberi toleransi pada pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi. “Kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tegasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat keamanan berhasil mengatasi hambatan distribusi. Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina berkomitmen menjaga pasokan dan menindak tegas setiap pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.











