FaktaHari – 02 November 2026 | Pembalap muda Kolombia, David Alonso, kembali menorehkan tinta emas dalam ajang Moto2. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026), pembalap berusia 20 tahun itu berhasil keluar sebagai juara setelah melalui pertarungan sengit dan mengatasi berbagai rintangan fisik maupun teknis. Kemenangan ini menjadi kemenangan keduanya di musim 2026 dan yang ketiga sepanjang kariernya di kelas Moto2.
Start dari posisi keempat, Alonso langsung menunjukkan kecepatan dan determinasi tinggi. Ia berhasil melewati Izan Guevara dan Angel Piqueras pada lap-lap awal, lalu menempel ketat rekan setimnya di CFMoto Aspar Team, Daniel Holgado, yang memimpin balapan. Hubungan keduanya sempat memanas akibat insiden tabrakan di GP Thailand, namun Alonso membuktikan kelasnya dengan melakukan manuver bersih pada lap keenam untuk merebut posisi terdepan. Sejak saat itu, ia tak terbendung hingga garis finis.
Namun, balapan yang berlangsung 17 lap di lintasan sepanjang 5.543 meter itu tidak berjalan mulus bagi Alonso. Ia mengaku mengalami mimisan di grid start akibat perubahan suhu ekstrem di Sepang. “Saya tidak terbiasa dengan balapan seperti ini, tetapi pada akhirnya kami bisa menjaga tekanan dan meraih kemenangan. Hari ini banyak sekali yang terjadi. Bahkan di grid start hidung saya sudah berdarah,” ujarnya usai balapan. Selain itu, switch pada setang motornya dilaporkan bermasalah sehingga ia tidak bisa mengubah pemetaan tenaga mesin selama balapan. Belum lagi, empat lap menjelang finis, motornya sempat mengalami wobble hebat di Tikungan 14 hingga memicu airbag di baju balapnya. Meski demikian, Alonso tetap tenang dan mampu mengendalikan situasi.
Keberhasilan Alonso finis terdepan diikuti oleh Holgado di posisi kedua dan Angel Piqueras di posisi ketiga. Piqueras sendiri mencatatkan podium pertamanya di kelas Moto2. Sementara itu, pemimpin klasemen Manuel González harus puas finis di urutan ketujuh dan gagal memperlebar jarak. Hasil ini membuat Alonso naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 191 poin, melewati Holgado yang mengumpulkan 190 poin. Ia kini hanya terpaut 8,5 poin dari Ivan Ortolá di posisi ketiga (199,5 poin), sementara González masih memimpin dengan 276,5 poin.
Bagi Alonso, Sepang seolah menjadi sirkuit yang membawa keberuntungan. Setelah menang di Moto3 pada 2024 dan meraih podium di Moto2 tahun lalu, ia kembali berjaya di Malaysia. Kemenangan ini juga menegaskan potensinya sebagai salah satu talenta paling bersinar di kelas intermediat. Dengan dua balapan tersisa, persaingan memperebutkan posisi tiga besar klasemen Moto2 dipastikan akan semakin memanas.
Kemenangan dramatis Alonso di Sepang tidak hanya memperlihatkan kecepatan, tetapi juga ketangguhan mental dan kemampuan mengatasi tekanan. Ia membuktikan bahwa juara sejati mampu bangkit meski diterpa berbagai hambatan. Kini, seluruh mata tertuju pada dua seri terakhir untuk menyaksikan apakah Alonso mampu menutup musim dengan gemilang dan mengamankan posisi terhormat di klasemen akhir Moto2.











