FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau idx composite masih tertekan tajam akibat sentimen MSCI 2026. Koreksi idx composite telah mencapai 43% dari posisi puncaknya, jauh lebih dalam dibandingkan penurunan akibat perang dagang pada 2018 yang hanya 14%. Data riset Danareksa Investment Management Indonesia yang disampaikan BRIDS menunjukkan bahwa efek MSCI 2026 menjadi salah satu tekanan terbesar dalam sejarah pasar saham Indonesia, meski belum sebesar krisis keuangan global 2008 (61%) dan krisis Asia 1997-1998 (65%).
Dalam laporan yang dikutip pada Selasa (27/10/2026), disebutkan bahwa gejolak taper tantrum 2013 menyebabkan koreksi idx composite sebesar 24%, pergeseran kebijakan 2015 sebesar 25%, dan pandemi Covid-19 2020 sebesar 38%. Meski demikian, tekanan MSCI 2026 masih lebih rendah dibandingkan dua krisis besar tersebut. Namun, yang menjadi sorotan adalah lamanya waktu pemulihan idx composite ke posisi puncak sebelum krisis.
Berdasarkan data historis, pemulihan IHSG setelah krisis Asia 1997-1998 membutuhkan 79 bulan, krisis global 2008 selama 27 bulan, taper tantrum 2013 selama 16 bulan, pergeseran kebijakan 2015 selama 23 bulan, dan pandemi Covid-19 2020 selama 12 bulan. Adapun episode perang dagang 2018 mencatat periode pemulihan 45 bulan, tetapi prosesnya terganggu pandemi Covid-19. Untuk episode MSCI 2026, pemulihan telah berjalan sembilan bulan dan masih berlangsung. Angka tersebut belum menunjukkan waktu pemulihan akhir idx composite.
Danareksa Investment Management Indonesia menegaskan bahwa pemulihan idx composite ditentukan oleh katalis kebijakan, bukan oleh kedalaman koreksi. Artinya, meskipun koreksi MSCI 2026 lebih dalam dari perang dagang 2018, waktu pemulihan bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung respons kebijakan yang diambil pemerintah dan otoritas pasar. Investor pun diminta mencermati perkembangan kebijakan moneter dan fiskal, serta reformasi struktural yang dapat menjadi pendorong pemulihan.
Sejumlah analis menilai bahwa efek MSCI 2026 memang lebih dahsyat dari perang dagang karena melibatkan faktor global yang lebih kompleks, seperti perubahan kebijakan indeks dan aliran modal asing. Namun, mereka optimistis bahwa dengan katalis kebijakan yang tepat, idx composite dapat kembali ke jalur pemulihan. Hingga berita ini diturunkan, IHSG masih bergerak di zona merah dan investor menantikan sinyal positif dari regulator.
Secara keseluruhan, sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis memiliki durasi pemulihan yang berbeda-beda. Kedalaman koreksi bukanlah satu-satunya penentu, melainkan kualitas dan kecepatan kebijakan yang menjadi kunci. Oleh karena itu, pemulihan idx composite pasca-MSCI 2026 akan sangat bergantung pada langkah konkret yang diambil untuk menjaga stabilitas pasar dan menarik kembali kepercayaan investor.











