Berita  

Mengenal Sejarah Islam Gresik: Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri

Mengenal Sejarah Islam Gresik: Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri
Mengenal Sejarah Islam Gresik: Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri

FaktaHari – 17 Juli 2026 | Gresik, Juli 2026 – Dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa kelas 1 dan 2 SD Muhammadiyah 1 Kebomas mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Kenali Jejak Islam Gresik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar siswa untuk melihat langsung koleksi bersejarah peninggalan Sunan Giri, salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Sejak pagi, rombongan siswa yang didampingi oleh guru dan tenaga kependidikan berangkat menuju Museum Sunan Giri yang terletak di Kabupaten Gresik. Rasa penasaran tampak jelas di wajah mereka saat memasuki ruang pamer museum. Di dalam etalase kaca, tersimpan berbagai benda bersejarah seperti tombak, keris, kendi, sajadah, dan naskah kuno yang telah berusia ratusan tahun. Para siswa mengamati dengan saksama sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu museum yang menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak.

Kegiatan Kenali Jejak Islam Gresik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri ini tidak hanya sekadar jalan-jalan, melainkan juga sarana pembelajaran interaktif. Pemandu menjelaskan perjalanan dakwah Sunan Giri, fungsi setiap benda, serta nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Beberapa siswa terlihat antusias mengangkat tangan untuk bertanya, bahkan melontarkan celetukan polos yang membuat suasana semakin hangat. Guru pendamping juga aktif mendampingi dan membantu siswa berdiskusi tentang benda-benda yang menarik perhatian mereka.

Guru kelas 1, Dinda Sufi Ila Rahadatil ’Aisy, mengungkapkan bahwa kunjungan ke Museum Sunan Giri merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang dirancang khusus untuk MPLS. “Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari benda bersejarah yang dilihat secara langsung. Ini adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap sejarah sejak dini,” ujarnya. Menurut Dinda, kegiatan Kenali Jejak Islam Gresik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri juga melatih keberanian siswa dalam bertanya dan menyampaikan pendapat.

Selama di museum, siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga berlatih mengamati, mendengarkan, dan mengajukan pertanyaan. Mereka belajar mengikuti aturan di ruang publik, seperti tidak menyentuh koleksi dan menjaga ketenangan. Pengalaman ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat bentuk, ukuran, tekstur, dan keunikan benda-benda bersejarah yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui cerita atau gambar di buku pelajaran.

Setelah puas menjelajahi setiap sudut museum, para siswa dan guru berkumpul di halaman Museum Sunan Giri untuk sesi foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa, dan rombongan kembali ke SD Muhammadiyah 1 Kebomas dengan membawa pengalaman berharga. Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa semakin mencintai sejarah lokal dan termotivasi untuk terus belajar. Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa museum dapat menjadi sumber belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.

Kesimpulannya, Kenali Jejak Islam Gresik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Belajar di Museum Sunan Giri berhasil memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan melihat langsung koleksi bersejarah, siswa tidak hanya menambah wawasan tentang sejarah Islam di Gresik, tetapi juga mengembangkan keterampilan observasi dan komunikasi. Kegiatan seperti ini layak dijadikan contoh bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan kunjungan ke museum ke dalam kurikulum MPLS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *