FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari dunia Formula 1. Tim Haas resmi mengumumkan bahwa Rafael Camara, pembalap muda asal Brasil, akan bergabung sebagai pembalap utama untuk musim 2027. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (15/10/2026) malam WIB, menandai langkah besar bagi pembalap berusia 21 tahun tersebut. Keputusan Haas merekrut Rafael Camara tidak lepas dari performa impresifnya di berbagai ajang junior, terutama kemenangannya dalam tes di Portimao, Portugal, yang menjadi titik balik kariernya.
Haas, tim yang berbasis di Kannapolis, Amerika Serikat, sebelumnya sempat ragu untuk melakukan perombakan pembalap. Namun, setelah seri GP Azerbaijan, tim yang dipimpin Ayao Komatsu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Esteban Ocon. Performa Ocon yang kurang konsisten sepanjang musim 2026, dengan hanya mengumpulkan 7 poin hingga GP Singapura, berbanding terbalik dengan rekan setimnya Oliver Bearman yang meraih 23 poin, menjadi alasan utama. Kekosongan kursi pun diisi oleh Rafael Camara melalui kontrak multi-tahun.
Direktur Tim Haas, Ayao Komatsu, mengungkapkan bahwa penampilan Camara dalam program Testing of Previous Cars (TPC) di Autodromo Internacional do Algarve, Portimao, pada Agustus 2026 menjadi faktor penentu. Dalam tes dua hari tersebut, Camara bersaing dengan pembalap muda lain seperti Leonardo Fornaroli, Jack Doohan, dan Ryo Hirakawa. Komatsu terkesan dengan kemampuan adaptasi Camara terhadap kondisi lintasan yang berbeda serta fokusnya dalam mengelola tekanan. “Saya belum pernah bertemu pembalap dengan bakat alami sebesar dia,” ujar James Robinson, bos tim Invicta Racing, seperti dikutip dari The Race.
Rafael Chaves Camara lahir di Recife, Brasil, pada 5 Mei 2005. Karier balapnya dimulai dari gokart sebelum usia 10 tahun. Ia menorehkan prestasi di SKUSA Super Master Series dan WSK Champions Cup. Pada 2022, Camara direkrut oleh Ferrari Driver Academy (FDA), menjadi pembalap Brasil ketiga di akademi tersebut setelah Enzo Fittipaldi dan Gianluca Petecof. Bersama Prema Racing, ia menjuarai Formula Regional European Championship (FRECA) 2024 dengan 8 kemenangan, lalu melanjutkan ke Formula 3 2025 bersama Trident dan meraih gelar juara melalui 4 kemenangan feature race serta 5 podium.
Musim 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Rafael Camara di Formula 2 bersama Invicta Racing. Hingga menjelang dua putaran terakhir di Qatar dan Abu Dhabi, ia memimpin klasemen pembalap dengan 207 poin, unggul tujuh poin atas Nikola Tsolov. Catatan lima pole position sebagai pembalap rookie menyamai pencapaian Oscar Piastri pada 2021. Meski sempat terlibat insiden di Montreal dan Monaco, Camara menunjukkan mental juara dengan bangkit dan meraih kemenangan di Barcelona, Spa-Francorchamps, dan feature race kedua Baku. Gaya komunikasinya yang blak-blakan di radio bersama Race Engineer Pau Rivera juga menjadi sorotan, namun ia menegaskan itu adalah bentuk keterbukaan profesional.
Di balik prestasinya, terdapat kisah menarik tentang keluarga Camara. Neneknya, Niege Rossiter, adalah pionir pembalap wanita asal Recife pada dekade 1960-an. “Minha avó foi a primeira corredora de Recife e pioneira também na família,” ujar Camara dalam wawancara dengan ge.globo. Ia juga dikenal sebagai penggemar berat klub sepak bola Sport Recife dan penyanyi João Gomes. Julukan “Harry Potter” sempat melekat padanya karena kemiripan wajah dengan tokoh fiksi tersebut. Camara akan menjadi pembalap Brasil kedua di grid F1 2027 setelah Gabriel Bortoleto, dan membawa nama Pernambuco kembali ke panggung balap setelah 70 tahun.
Rencana integrasi Camara bersama Haas akan dimulai pada sesi latihan bebas (FP1) di GP Brasil 2026, serta tes pembalap muda di Abu Dhabi. Ia akan berpasangan dengan Oliver Bearman, yang kemungkinan besar dipertahankan karena kontraknya memiliki opsi perpanjangan. Duo muda ini diharapkan dapat membawa Haas bersaing lebih kompetitif. Dengan rekam jejak gemilang di FRECA, F3, dan F2, Rafael Camara memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak Charles Leclerc, George Russell, dan Oscar Piastri yang sukses meraih gelar F3 dan F2 secara beruntun sebelum naik ke F1.
Keputusan Haas merekrut Rafael Camara mencerminkan strategi tim untuk mengorbitkan talenta muda. Sebelumnya, Haas telah sukses mengembangkan Oliver Bearman yang mencatat sembilan finis poin dan posisi keempat di GP Meksiko pada musim debut penuhnya. Dengan bergabungnya Camara, Haas semakin menegaskan komitmennya untuk membangun masa depan melalui pembalap muda berbakat. Kesuksesan Camara di lintasan junior dan tes Portimao menjadi bukti bahwa ia layak mendapatkan kursi di F1. Kini, seluruh mata akan tertuju pada penampilan perdananya di musim 2027.











