FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Sevilla, kota yang dikenal dengan pesona sejarah dan budayanya, kini berada di persimpangan antara krisis keuangan dan optimisme pembangunan. Di satu sisi, pemerintah daerah berjuang keras mengatasi beban utang yang mengancam kelangsungan pelayanan publik. Di sisi lain, proyek infrastruktur besar terus bergulir, dan konektivitas internasional meluas. Dua wajah Sevilla yang kontras ini menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.
Krisis keuangan paling nyata terlihat di Burguillos, sebuah municipio sevillano dengan sekitar 6.600 jiwa. Pemerintah daerah telah menyetujui pinjaman sebesar 11,3 juta euro dari Junta de Andalucía untuk membayar utang kepada KSAC Europe Investments, sebuah dana investasi asal Amerika Serikat yang kerap disebut ‘fondo buitre’. Utang ini berakar dari kebangkrutan perusahaan municipal Burguillos Natural pada era kepemimpinan mantan wali kota José Juan López. Ratusan proyek ambisius seperti piscina climatizada, aparcamiento subterráneo, dan hotel bintang empat mangkrak, meninggalkan utang puluhan juta euro. Keputusan Mahkamah Agung pada 2022 memaksa ayuntamiento membayar 13,6 juta euro plus bunga, yang kemudian melonjak menjadi 27 juta euro. Pinjaman dengan bunga 1% dan masa tenggang lima tahun ini menjadi penyelamat, meski harus dilunasi dalam 25 tahun. Jika tidak, dana tersebut bahkan sempat meminta Junta membubarkan ayuntamiento. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang risiko pengelolaan keuangan daerah yang longgar.
Namun, di tengah problematika keuangan, semangat pembangunan di Sevilla tidak surut. Proyek Metro Sevilla Línea 3 Norte di barrio Pino Montano mencapai tonggak penting. Setelah dua setengah tahun pengerjaan, tim teknis berhasil menyelesaikan 1,3 kilometer losa cubierta atau ‘atap’ terowongan bawah tanah. Dua stasiun bawah tanah, Pino Montano dan Los Mares, juga telah rampung. Pekerjaan kini beralih ke fase penggalian terowongan di bawah permukaan. Dengan progres konstruksi sipil mencapai 80%, target operasional pada 2030 semakin realistis. Infrastruktur ini diharapkan mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga Sevilla.
Di sisi transportasi udara, Sevilla juga menorehkan sejarah baru. Mulai 8 September 2027, Aeropuerto de Sevilla akan melayani rute transatlantik perdana menuju Montreal, Kanada. Rute ini tidak hanya membuka pintu ke Kanada, tetapi juga ke 88 destinasi di Amerika melalui jaringan Air Canada. Dari 23 kota di Kanada, 31 di Amerika Serikat, tujuh di Meksiko, 16 di Karibia, hingga 11 di Amerika Tengah dan Selatan, semuanya dapat dijangkau dengan satu kali transit di Montreal. Bandara internasional Pierre Elliott Trudeau menjadi hub strategis yang menghubungkan Sevilla dengan kota-kota seperti Vancouver, New York, Cancún, dan São Paulo. Langkah ini menempatkan Sevilla sebagai gerbang Eropa selatan menuju benua Amerika.
Namun, tidak semua proyek berjalan mulus. Akses kereta barang menuju Puerto de Sevilla kembali mengalami penundaan. Adif harus menambah 4.500 traviesas untuk menyelesaikan jalur sepanjang 2.485 meter. Kontrak pengadaan traviesas senilai 630.916 euro baru saja dilelang, dengan estimasi pengerjaan 18 bulan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, jalur baru ini baru bisa beroperasi pada 2029, terlambat dari target awal 2027. Proyek ini sangat krusial untuk memangkas waktu tempuh kereta barang lebih dari dua jam, mengurangi kemacetan di jalur Cercanías, dan meningkatkan daya saing Puerto de Sevilla sebagai simpul logistik Koridor Mediterania. Investasi yang semula 19,4 juta euro kini membengkak menjadi 54 juta euro karena perubahan desain dan elektrifikasi.
Di tengah dinamika tersebut, Sevilla juga menjadi tuan rumah acara budaya yang menghidupkan kembali warisan komunikasi. Buku ‘Quinterianos’ karya Marina Bernal akan dipresentasikan pada 17 Oktober 2026 di Fundación Cajasol. Buku ini menghimpun lebih dari 60 testimoni tentang Jesús Quintero, maestro wawancara legendaris asal San Juan del Puerto. Tokoh seperti Antonio Banderas, Alejandro Sanz, Carlos Herrera, dan Julia Otero turut memberi penghormatan. Quintero, yang meninggal empat tahun lalu, dianggap sebagai revolusioner dalam seni wawancara, menciptakan gaya khas yang menggabungkan keheningan, pertanyaan tak terduga, dan empati mendalam. Buku ini menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka dan proyek, Sevilla tetap menjadi kota yang menghargai seni dan pemikiran.
Kesimpulannya, Sevilla saat ini adalah kota yang penuh paradoks. Di satu sisi, beban utang masa lalu masih menghantui pemerintah daerah, seperti yang dialami Burguillos. Di sisi lain, proyek infrastruktur besar seperti metro dan jalur kereta barang menunjukkan tekad untuk maju. Rute penerbangan baru ke Montreal membuka peluang ekonomi dan pariwisata yang luar biasa. Sementara itu, warisan budaya seperti Jesús Quintero terus dirayakan. Sevilla tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan berkembang. Masa depan kota ini akan ditentukan oleh kemampuannya menyeimbangkan antara melunasi utang, menyelesaikan proyek, dan merangkul perubahan global.











