FaktaHari – 02 Oktober 2026 | Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, persaingan di Grup A semakin memanas dengan pertemuan antara Uni Emirat Arab dan Qatar. Kedua tim akan saling berhadapan pada 14 Oktober mendatang, menjadi laga penutup grup yang menentukan nasib mereka di turnamen ini. Qatar, yang bertekad lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah menjadi tuan rumah pada 2022, akan berusaha keras untuk mengamankan posisi mereka. Sementara itu, Uni Emirat Arab mengincar penampilan kedua mereka di Piala Dunia setelah debut pada 1990.
Selain dari persaingan di lapangan, hubungan antara Qatar dan Uni Emirat Arab juga terpengaruh oleh ketegangan politik di kawasan Timur Tengah. Baru-baru ini, Iran menuntut ganti rugi dari beberapa negara Arab, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, atas peran mereka dalam operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Teheran. Tuntutan ini menambah kompleksitas hubungan di antara negara-negara Teluk tersebut.
Sebagai bagian dari kualifikasi, Qatar dan Oman akan memulai persaingan di Grup A pada 8 Oktober, diikuti oleh pertandingan Oman melawan Irak pada 11 Oktober. Namun, laga yang paling dinantikan adalah pertemuan antara Qatar dan Uni Emirat Arab. Uni Emirat Arab, yang juga berambisi untuk menjadi juara grup, harus menghadapi tantangan besar untuk mengatasi tim tuan rumah yang memiliki dukungan penuh dari pendukungnya.
Di sisi lain, Grup B juga menghadirkan persaingan yang tidak kalah sengit. Indonesia, yang satu grup dengan Arab Saudi dan Irak, akan memulai pertandingan melawan tuan rumah Arab Saudi. Hanya juara grup yang akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sementara tim peringkat kedua akan menjalani pertandingan dua leg untuk menentukan wakil Asia di putaran kelima.
Kualifikasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemain, tetapi juga memperlihatkan dinamika politik dan diplomasi olahraga di kawasan Timur Tengah. Persaingan antara Uni Emirat Arab dan Qatar, baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadi sorotan utama dalam kualifikasi kali ini.











