Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar Empat Periode, Berpulang di Usia 73 Tahun

Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar Empat Periode, Berpulang di Usia 73 Tahun
Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar Empat Periode, Berpulang di Usia 73 Tahun

FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia politik Indonesia. Gandung Pardiman, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang telah empat periode menjabat, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026) di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, dalam usia 73 tahun. Politikus senior asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir.

Kabar wafatnya Gandung Pardiman dibenarkan oleh putranya, Syarief Guska Laksana, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY. Menurut Guska, ayahnya meninggal di ruang ICU sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji menyebutkan waktu wafat sekitar pukul 09.30 WIB. Perbedaan waktu ini tidak mengurangi duka yang mendalam bagi keluarga besar Partai Golkar dan masyarakat Yogyakarta.

Gandung Pardiman lahir di Bantul, Yogyakarta, pada 25 Februari 1953. Ia memulai karier sebagai tenaga pendidik sebelum terjun ke dunia politik. Pendidikan dasarnya ditempuh di Karangtengah, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Imogiri dan SMA Negeri 1 Bantul. Ia meraih gelar sarjana dari IKIP Veteran Yogyakarta pada 1986 dan gelar Magister Manajemen dari STIE Mitra Indonesia pada 2001. Sebelum menjadi legislator, ia mengajar di sejumlah sekolah di Gunungkidul, seperti SMP I Ponjong, SMP 2 Ponjong, dan SMP IKIP Veteran Karangmojo. Ia juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah SMP Kartika V Ponjong, wakil kepala sekolah SMA Pembangunan III Ponjong, serta dosen di IKIP Veteran Yogyakarta.

Kiprah politik Gandung Pardiman di Partai Golkar dimulai dari tingkat bawah. Ia pernah menjadi Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul (1992-1997), Sekretaris DPD Partai Golkar DIY (1999-2004), Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul (2004-2005), dan memimpin DPD Partai Golkar DIY selama tiga periode, yakni 2005-2010, 2010-2015, serta 2020-2025. Di bidang legislatif, ia menjabat Wakil Ketua DPRD DIY (2004-2009) sebelum melangkah ke DPR RI dari Dapil DIY pada 2009-2014. Setelah gagal pada Pemilu 2014, ia kembali ke Senayan melalui mekanisme pergantian antarwaktu, dan pada Pemilu 2019 terpilih kembali dengan perolehan 65.535 suara sah.

Rekan sejawat mengenang Gandung Pardiman sebagai figur pejuang partai sejati. Anggota DPRD Sleman dari Partai Golkar, Suryono, menyebut almarhum sebagai sosok panutan yang meniti karier dari level kalurahan hingga provinsi. “Beliau pejuang partai, meniti karier dari bawah tingkat kalurahan, kecamatan, hingga menjadi Ketua DPD provinsi,” ujar Suryono. Ia juga menilai Gandung sebagai pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya. Sementara itu, Sekjen Golkar M. Sarmuji menyatakan bahwa Gandung mendedikasikan hidupnya untuk melayani rakyat melalui partai. “Pemimpin yang sangat berdedikasi, keras dalam menjalankan visi,” katanya.

Prosesi pemakaman Gandung Pardiman digelar pada Selasa sore pukul 17.00 WIB di makam keluarga di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Jenazah dimakamkan di dalam joglo yang berdekatan dengan musala tempat salat jenazah dilakukan. Sebelumnya, ribuan pelayat memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Puluhan karangan bunga berjejer, antara lain dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, dan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas. Menariknya, almarhum telah menyiapkan sendiri lokasi makamnya saat masih sehat, seperti disampaikan putranya, Guska.

Kepergian Gandung Pardiman meninggalkan warisan besar bagi Partai Golkar dan dunia politik Indonesia. Dedikasinya sebagai pendidik, birokrat partai, dan legislator selama empat periode menjadi teladan bagi kader muda. Masyarakat Yogyakarta dan keluarga besar Golkar kehilangan sosok pemimpin yang lugas, berani, dan berkomitmen pada pelayanan publik. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *