FaktaHari – 22 Oktober 2026 | Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang kini menjabat sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), meminta jajarannya untuk tidak berbelit dalam menjalankan program ekonomi di wilayah perbatasan. Dalam forum koordinasi internal di Jakarta, Selasa, Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa program yang mudah direalisasikan dan berbiaya terjangkau harus menjadi prioritas agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kalau misalnya ada satu konsep untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang kelihatannya tidak terlalu mahal atau mudah mengeksekusinya, kita cobakan, kita selesaikan,” ujar Maruli Simanjuntak seperti dikutip dari keterangan resmi.
Instruksi tersebut disampaikan di hadapan Sekretaris, para Deputi, dan Asisten Deputi BNPPDT. Menurut Maruli Simanjuntak, percepatan realisasi program menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan di kawasan perbatasan dan daerah terpencil yang selama ini tertinggal.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Maruli Simanjuntak meminta Kelompok Ahli BNPPDT membentuk tim khusus yang bertugas mengidentifikasi dan mengkaji potensi setiap wilayah. Tim ini akan melibatkan akademisi, mahasiswa, serta tenaga ahli sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Hasil kajian nantinya menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan wilayah secara terperinci, termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan sarana pendukung.
Maruli Simanjuntak juga menekankan pentingnya tenaga ahli dengan kompetensi teknis untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap daerah, termasuk sarana transportasi air di wilayah yang memerlukannya. Ia memastikan program dan pekerjaan BNPPDT yang sedang berjalan tetap dilaksanakan, seraya meminta jajarannya segera mengomunikasikan persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Semua pekerjaan tetap berjalan seperti biasanya. Ada hal-hal yang kira-kira perlu solusi cepat, silakan berkomunikasi dengan saya,” tegas Maruli Simanjuntak.
Latar belakang kepemimpinan Maruli Simanjuntak di BNPPDT bermula dari pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala BNPPDT di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/TNI Tahun 2026 itu menggantikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat Kepala BNPP.
Perubahan nomenklatur dari BNPP menjadi BNPPDT menandai perluasan cakupan tugas lembaga. Jika sebelumnya hanya fokus pada pengelolaan batas wilayah dan kawasan perbatasan, kini BNPPDT juga bertanggung jawab mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Serah terima jabatan dilakukan di Kantor BNPP, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Mendagri Tito Karnavian berharap pengalaman Maruli Simanjuntak di lingkungan militer dan jabatannya sebagai Wakil Panglima TNI dapat mendukung pelaksanaan tugas BNPPDT secara lebih efektif. “Saya berharap banyak di bawah Jenderal Maruli yang sudah banyak pengalaman dan masih menjabat sebagai Wakil Panglima TNI tugas-tugas BNPP ini ditambah daerah tertinggal (terpencil) akan lebih efektif,” jelasnya.
Menurut Mendagri, salah satu tugas utama BNPPDT adalah mendorong pembangunan kawasan perbatasan agar masyarakat setempat dapat menikmati kesejahteraan dan keadilan. Upaya tersebut penting agar masyarakat di wilayah terluar Indonesia mendapatkan akses pembangunan dan pelayanan yang memadai. Selain itu, BNPPDT juga menangani persoalan perbatasan dengan negara tetangga, termasuk pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Mendagri menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan memiliki arti strategis bagi ketahanan nasional. Masyarakat yang sejahtera diharapkan memiliki rasa kebangsaan yang kuat sehingga wilayah perbatasan dapat berfungsi sebagai zona penyangga dari potensi infiltrasi pihak luar melalui jalur darat maupun laut.
Sementara itu, Maruli Simanjuntak menyatakan akan berfokus pada pengelolaan wilayah perbatasan dan daerah terpencil sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya melanjutkan program yang telah berjalan serta memperbaiki berbagai aspek yang masih membutuhkan peningkatan. “Kita akan melanjutkan apa-apa yang sudah [dan] sedang proses pengerjaan, dan juga apa yang perlu-perlu ditingkatkan,” tandasnya.
Dengan pendekatan yang tidak berbelit dan mengutamakan program cepat serta terjangkau, Maruli Simanjuntak berharap BNPPDT dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat perbatasan dan daerah terpencil. Sinergi antarlembaga dan dukungan tenaga ahli diyakini mampu mempercepat pembangunan di wilayah terluar Indonesia.
