FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Pengamat politik Yunarto Wijaya kembali menjadi sorotan publik setelah membedah perubahan gaya politik Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah podcast Akbar Faizal Uncensored (AFU). Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika itu, Prabowo kini tampil sebagai pemain politik yang lebih matang, tidak lagi seimpulsif ketika mengambil langkah di lingkaran kekuasaan. Penilaian ini disampaikan Yunarto Wijaya dalam diskusi yang mengupas dinamika politik terkini, termasuk hubungan antara Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam pandangan Yunarto Wijaya, Prabowo telah mengalami transformasi signifikan. Jika dulu ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan terkadang kontroversial, kini ia menunjukkan pendekatan yang lebih halus dan terukur. “Prabowo tidak sehitam-putih dulu. Prabowo sudah menjadi pemain politik yang mengerti ritme dan kompensasi. Apakah itu ditularkan Jokowi, mungkin saja atau mungkin belajar sendiri,” ujar Yunarto seperti dikutip dari podcast tersebut.
Pernyataan itu memantik diskusi mengenai asal-usul perubahan tersebut. Yunarto membuka dua kemungkinan besar: pengaruh gaya politik Jokowi atau proses pembelajaran Prabowo sendiri selama menjalani dinamika kekuasaan. Ia tidak serta-merta menyimpulkan bahwa Jokowi benar-benar mengajarkan strategi kepada Prabowo. Namun, ia melihat adanya kemiripan dalam cara keduanya mengelola ritme politik dan menjaga hubungan antarelite.
Menurut Yunarto, perubahan posisi sejumlah pejabat yang selama ini dikaitkan dengan lingkaran Jokowi turut mewarnai konfigurasi kekuasaan. Meski demikian, ia menekankan bahwa perubahan jabatan tidak otomatis membuktikan adanya strategi untuk menyingkirkan kelompok tertentu. Diperlukan penjelasan dari pihak terkait dan bukti yang mendukung untuk memahami motif di balik setiap keputusan.
Yunarto juga menyoroti peran orang-orang dekat Prabowo yang memiliki pengalaman politik. Ia menyebut nama Sufmi Ahmad Dasco sebagai salah satu figur yang mungkin berperan dalam membentuk cara Prabowo bermanuver. “Ada operator politik, orang dekat Prabowo yang berhasil membentuk kebijakan Prabowo, manuver Prabowo, juga menjadi seorang politisi. Saya sebut saja Bang Dasco,” paparnya.
Dalam kesempatan lain, Yunarto Wijaya juga menyoroti polemik dugaan pasal “penyelundupan” dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023. Ia menilai persoalan tersebut belum sepenuhnya terjawab meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus perkara terkait. Menurutnya, munculnya fakta baru dari perdebatan antara Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari justru memperkuat alasan untuk menggali lebih dalam aturan pencalonan presiden dan wakil presiden tersebut.
“Menurut saya, munculnya fakta baru dari perdebatan antara Ahmad Doli dan Hasyim Asy’ari makin menegaskan ada beberapa hal yang harus digali lebih dalam,” kata Yunarto dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026). Ia pun mendesak DPR untuk menggunakan hak angket guna mengusut dugaan penyelundupan pasal dalam PKPU tersebut.
Perubahan pandangan Yunarto Wijaya terhadap Jokowi juga menjadi bagian penting dalam narasi politiknya. Ia mengaku pernah menjadi pendukung Jokowi karena gagasan dan pendekatan politik yang dianggapnya berbeda. Namun, pada 2023, ia menilai sejumlah keputusan politik Jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2024 bertentangan dengan nilai yang dahulu membuatnya memberikan dukungan. “Beliau mengambil posisi yang totally menegasikan semua yang kita lihat ada sebagai nilai-nilai itu dalam dirinya,” ujarnya.
Yunarto menyoroti perubahan arah politik dari pendekatan bawah ke atas menjadi sangat terpusat dari atas ke bawah. Ia mengaitkan hal itu dengan praktik politik dinasti yang menurutnya berlangsung ketika Jokowi masih berkuasa. Meski demikian, ia tetap memahami bahwa politik tidak selalu hitam putih dan pernah menerima sejumlah keputusan di wilayah abu-abu selama Jokowi menjabat.
Dengan berbagai pandangan yang disampaikan, Yunarto Wijaya menunjukkan konsistensinya sebagai pengamat yang kritis terhadap dinamika kekuasaan. Ia tidak hanya menyoroti perubahan gaya politik Prabowo, tetapi juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan publik. Bagi Yunarto, manuver politik tidak selalu dilakukan secara terbuka atau konfrontatif, melainkan dapat dijalankan melalui langkah bertahap yang mempertimbangkan hubungan antarelite.
Ke depan, publik akan terus mencermati apakah perubahan gaya politik Prabowo akan berdampak pada stabilitas pemerintahan dan kualitas demokrasi. Yunarto sendiri menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal isu-isu strategis, termasuk dugaan penyelundupan pasal dalam PKPU, agar tidak berlalu tanpa penyelesaian. Dengan demikian, sosok Yunarto Wijaya tetap menjadi salah satu suara kritis yang diperhitungkan dalam lanskap politik Indonesia.











