Bahlil Lahadalia di Pusat Sorotan: Pecahkan Rekor MURI hingga Desakan Evaluasi Energi

Bahlil Lahadalia di Pusat Sorotan: Pecahkan Rekor MURI hingga Desakan Evaluasi Energi
Bahlil Lahadalia di Pusat Sorotan: Pecahkan Rekor MURI hingga Desakan Evaluasi Energi

FaktaHari – 19 Oktober 2026 | Jakarta — Nama Bahlil Lahadalia kembali menjadi perbincangan publik dalam sepekan terakhir. Di tengah kesibukannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menuai sorotan dari dua sisi yang berbeda: prestasi olahraga pelajar yang berhasil memecahkan rekor MURI, serta desakan evaluasi kinerja dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait persoalan antrean BBM dan pemadaman listrik.

Kabar positif datang dari arena sepak bola mini. Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik yang digelar dalam rangka HUT ke-62 Partai Golkar sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kompetisi antarpelajar itu diikuti 176 tim dengan total 2.640 pemain dan ofisial, menjadikannya sebagai turnamen mini soccer antarpelajar dengan jumlah tim terbanyak. Penghargaan diserahkan perwakilan MURI, Sri Widayati, kepada Bahlil Lahadalia di sela-sela babak final di Lapangan THOR, Surabaya, Minggu (18/10).

“Atas nama MURI, kami mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa turnamen mini soccer antarpelajar dengan tim terbanyak, 176 tim dengan jumlah pemain dan ofisial 2.640 orang, resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia,” ujar Sri. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda, mulai dari kerja sama tim, solidaritas, hingga semangat meraih prestasi.

Dalam kesempatan itu, Bahlil Lahadalia mengingatkan bahwa sepak bola mengajarkan banyak nilai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia politik. Ia menekankan pentingnya sportivitas dan kesiapan menerima kemenangan maupun kekalahan. “Kalau kalah, ya sudah kalah, tunggu pertandingan lagi, baru ikut main untuk merebut kemenangan,” kata Bahlil, sembari menyindir para senior politik agar belajar menerima hasil kompetisi dengan lapang dada.

Namun, di sisi lain, Bahlil Lahadalia menghadapi tekanan terkait tata kelola energi nasional. YLKI melalui surat tertanggal 16 Oktober 2026 meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kepemimpinan Kementerian ESDM, termasuk mempertimbangkan pencopotan Bahlil dari jabatan Menteri ESDM. Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyatakan bahwa permintaan itu dilatarbelakangi persoalan antrean BBM di sejumlah daerah serta gangguan pasokan listrik atau blackout yang terjadi di Batam.

YLKI menilai masalah energi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut perlindungan hak konsumen. Masyarakat berhak memperoleh layanan energi yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan, termasuk hak atas kompensasi atau ganti rugi atas gangguan layanan. Desakan ini merupakan sikap YLKI dan belum berarti adanya keputusan resmi pemerintah untuk mengganti Menteri ESDM.

Menanggapi persoalan tersebut, Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional aman dalam kisaran 16–18 hari ke depan. Ia menduga antrean BBM yang terjadi di Bali disebabkan oleh kendala distribusi, bukan kekurangan stok nasional. “Tadi saya juga mendapat laporan dari Pertamina, bahwa secara stok nasional kita, BBM, itu di 16-18 hari. Jadi stok BBM nasional, insya Allah, itu aman,” ujarnya, Minggu (18/10).

Untuk mempercepat penyaluran, Bahlil meminta Pertamina menambah kapal pengangkut, terutama untuk jalur Jawa Timur menuju Bali dan wilayah lain yang mengandalkan transportasi laut. Pemerintah juga menyesuaikan pengelolaan persediaan seiring perpindahan sebagian pengguna bensin beroktan lebih tinggi ke RON 90. Bahlil memperkirakan ketahanan stok RON 90 dapat kembali menjadi 20 hari dalam sekitar satu pekan.

Selain itu, penguatan produksi dalam negeri terus dilakukan. Salah satunya melalui pengoperasian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, yang diresmikan Bahlil pada 15 Oktober 2026. Fasilitas milik PT Energi Nusantara Perkasa itu menghasilkan sekitar 160 ton LPG per hari dengan kapasitas pengolahan terpasang mencapai 40 juta standar kaki kubik gas per hari dan menyerap 82 tenaga kerja.

Di sisi regulasi, pemerintah tengah mematangkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas). Bahlil Lahadalia menyebut penyusunan DIM sudah mencapai 80–90 persen. “Migas hari ini sudah hampir final dalam pertemuan dengan panitia yang melakukan ini di eksekutif. DIM-nya juga sudah hampir selesai. Sudah sekitar 80 persen, 90 persen,” kata Bahlil seusai memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10).

RUU Migas akan mengatur kelembagaan melalui pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK), dengan sejumlah ketentuan teknis yang akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres). Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri pimpinan DPR, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Kapolri, serta jajaran Pertamina. Koordinasi lintas lembaga diarahkan untuk mendorong penciptaan nilai tambah, meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta memperkuat devisa di tengah kondisi global yang dinamis.

Dengan berbagai dinamika tersebut, sosok Bahlil Lahadalia tetap menjadi figur sentral dalam panggung politik dan energi nasional. Di satu sisi, ia berhasil menorehkan prestasi melalui turnamen pelajar yang mendunia, namun di sisi lain, tuntutan perbaikan tata kelola energi menjadi ujian tersendiri bagi kepemimpinannya di Kementerian ESDM. Publik kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam menjawab persoalan distribusi energi dan memastikan hak konsumen terpenuhi, sekaligus melanjutkan pembahasan RUU Migas yang diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional.

Exit mobile version