FaktaHari – 18 Oktober 2026 | Alim Setiawan Slamet resmi mencatatkan namanya dalam jajaran Kabinet Merah Putih setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan Alim Setiawan Slamet berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026), bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lainnya. Kehadiran Alim melengkapi posisi Wamentan yang sebelumnya telah diisi oleh Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang dilantik pada 1 Oktober lalu.
Alim Setiawan Slamet bukanlah sosok asing di dunia pertanian dan pendidikan tinggi. Sebelum dipanggil ke istana, ia menjabat sebagai Rektor IPB University periode 2025-2028, menggantikan Arif Satria yang kini memimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pria kelahiran Demak, 27 Februari 1982 ini dikenal sebagai akademisi yang memiliki perhatian besar pada pengembangan pertanian melalui riset dan inovasi.
Perjalanan Karier Alim Setiawan Slamet
Karier Alim Setiawan Slamet hampir seluruhnya dihabiskan di lingkungan IPB University. Ia memulai sebagai dosen di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bidang keahliannya meliputi manajemen strategis, riset operasional, manajemen rantai pasok, dan pemasaran pertanian. Sejumlah jabatan struktural pernah ia emban, antara lain:
- Asisten Rektor IPB (2007-2012)
- Komisi Kemahasiswaan, Departemen Manajemen, FEM (2008-2013)
- Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB (2013-2014)
- Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir (2018-2022)
- Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur (2022-2025)
Pendidikan sarjana dan magister Alim ditempuh di Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB University, lulus pada 2005 dan 2009. Gelar doktor di bidang Agribusiness and Agricultural Economics diraihnya dari United Graduate School of Agricultural Sciences, Ehime University, Jepang, pada 2017. Ia juga aktif di organisasi internasional seperti The Agricultural Marketing Society of Japan (2015-sekarang) dan Forum Manajemen Indonesia (2017-sekarang).
Tugas Berat Menanti: Swasembada Pangan Berkelanjutan
Usai dilantik, Alim Setiawan Slamet menyatakan siap membantu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan program strategis nasional. Fokus utamanya adalah menjaga keberlanjutan swasembada pangan, memodernisasi pertanian, dan mendorong hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah.
“Pertama, saya ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentu saya diharapkan bisa membantu Bapak Menteri Pertanian, Bapak Amran, terutama untuk mewujudkan program strategis nasional terkait dengan swasembada pangan berkelanjutan, modernisasi produk-produk pertanian, dan hilirisasi,” ujar Wamentan Alim.
Sebagai akademisi, Alim Setiawan Slamet menaruh harapan besar agar hasil riset dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti di lingkungan kampus. Ia ingin inovasi tersebut diterapkan langsung untuk mendukung pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki beragam inovasi, mulai dari pengembangan varietas unggul hingga teknologi pascapanen, yang berpotensi memperkuat produksi dan daya saing komoditas pertanian.
“Saya berasal dari kalangan perguruan tinggi. Tentu saya punya harapan agar hasil-hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi ini bisa diterapkan, bisa membantu program swasembada pangan dan juga hilirisasi, terutama untuk meningkatkan nilai tambah,” katanya.
Dari Keluarga Petani ke Panggung Nasional
Alim Setiawan Slamet tumbuh dari keluarga guru dan petani di Demak, Jawa Tengah. Latar belakang tersebut membuatnya dekat dengan dunia pendidikan sekaligus memahami kehidupan masyarakat perdesaan. Dalam perjalanan kariernya, ia terlibat dalam program One Village One CEO (OVOC) yang dikembangkan IPB University untuk memperkuat ekonomi desa. Program ini fokus pada pemberdayaan badan usaha milik desa (BUMDes), pengembangan produk unggulan lokal, pendampingan kewirausahaan, serta pemanfaatan inovasi dan kemitraan usaha.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tugas barunya sebagai Wakil Menteri Pertanian. Kehadiran Alim Setiawan Slamet di Kementerian Pertanian diharapkan memperkuat pelaksanaan agenda pembangunan pertanian melalui kontribusi keilmuan, inovasi, dan pengembangan teknologi. Pemanfaatan hasil riset, modernisasi sistem produksi, serta pengembangan hilirisasi menjadi kunci membangun sektor pertanian yang produktif, bernilai tambah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Dengan dilantiknya Alim Setiawan Slamet, Kementerian Pertanian kini memiliki dua Wakil Menteri. Kolaborasi antara Alim dan Muhammad Saleh Mustafa diharapkan mampu mempercepat pencapaian target swasembada pangan yang berkelanjutan. Tantangan ke depan tidaklah ringan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas. Namun, latar belakang Alim sebagai akademisi yang menguasai manajemen rantai pasok dan pemasaran pertanian memberikan harapan baru bagi sektor pertanian nasional.
Publik menantikan langkah nyata Alim Setiawan Slamet dalam menjembatani dunia riset dan kebutuhan petani di lapangan. Jika berhasil, bukan tidak mungkin swasembada pangan yang dicita-citakan dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.











