Zelensky: ‘Sakit Hati’ Melihat Trump Pilih Pihak Rusia, Ukraina Kehilangan Sekutu Kuat

Zelensky: ‘Sakit Hati’ Melihat Trump Pilih Pihak Rusia, Ukraina Kehilangan Sekutu Kuat
Zelensky: ‘Sakit Hati’ Melihat Trump Pilih Pihak Rusia, Ukraina Kehilangan Sekutu Kuat

FaktaHari – 15 Oktober 2026 | Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai semakin condong ke Rusia. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan program Piers Morgan Uncensored yang tayang pada Rabu (14/10/2026), Zelensky mengaku merasa ‘dikhianati’ dan ‘sakit hati’ setelah Trump secara terbuka menyebut bahwa dirinya harus digantikan. Pernyataan ini menandai titik terendah dalam hubungan Kyiv-Washington, yang sebelumnya menjadi pilar utama perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia.

“Sungguh menyakitkan ketika Presiden Trump memilih satu sisi, dan sisi itu bukanlah sisi kami,” ujar Zelensky dengan nada kecewa. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak keberatan jika Trump bersikap netral di antara Ukraina dan Rusia, namun tegas mengatakan, “Jika Anda berada di tengah, Anda harus tetap di tengah.” Pernyataan ini mencuat setelah Trump dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pasokan bahan bakar diesel Rusia ke Amerika Serikat, serta mengumumkan gencatan senjata energi sepihak tanpa koordinasi dengan Kyiv.

Kekecewaan Zelensky terhadap Trump bukanlah hal baru. Dalam kesempatan terpisah, seperti dilaporkan oleh media Portugal dan Brasil, Zelensky menyebut bahwa ia merasa ‘dikhianati’ oleh Trump. “Sayang sekali kami kehilangan mitra yang kuat,” keluhnya kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan Wali Kota London, Andy Burnham. Burnham sendiri berjanji akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara buatan Inggris ke Ukraina, sebagai bentuk dukungan alternatif di tengah memudarnya dukungan AS.

Situasi semakin rumit ketika media Italia melaporkan bahwa ada kekhawatiran di Kyiv mengenai kemungkinan AS secara diam-diam membantu Moskow, terutama setelah Trump menyetujui pembelian solar Rusia. Zelensky menegaskan bahwa para penasihat Trump telah membuat kesalahan besar. “Jika Anda berada di tengah, Anda harus tetap di tengah. Bukan di sisi yang salah,” ujarnya, mengulangi pernyataan yang sama dalam wawancara dengan Piers Morgan. Ia menambahkan, “Saya pikir para penasihat Trump salah. Ini bukan sisi yang benar dari Sejarah.”

Diplomasi Ukraina kini bergerak cepat mencari dukungan alternatif. Selain Inggris, Kyiv juga menjalin komunikasi intensif dengan Uni Eropa. Namun, tanpa sokongan penuh dari Washington, posisi Ukraina di medan perang dan meja negosiasi menjadi semakin terancam. Zelensky menekankan bahwa Ukraina tidak bisa hanya mengandalkan satu sekutu, dan harus memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eropa yang masih setia pada prinsip kedaulatan dan hukum internasional.

Dalam wawancara yang sama, Zelensky juga menyinggung soal gencatan senjata energi yang diumumkan Trump. Menurutnya, gencatan senjata itu tidak memiliki realitas di lapangan. “Tidak ada bukti bahwa Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi kami,” tegasnya. Ia menuduh Trump lebih memilih berdamai dengan Moskow daripada menekan Putin untuk menghentikan agresi. Hal ini diperparah dengan laporan bahwa AS tidak memperingatkan Ukraina tentang serangan rudal besar-besaran yang akan terjadi, yang membuat pertahanan udara Ukraina kewalahan.

Kekecewaan Zelensky terhadap Trump juga terlihat dari pernyataannya bahwa ia merasa ‘dikhianati’ oleh kesepakatan energi antara AS dan Rusia. “Kami kehilangan mitra yang kuat. Ini adalah pukulan telak bagi perjuangan kami,” ujarnya dalam wawancara dengan media Portugal, seperti dikutip oleh R7 dan media Brasil. Pernyataan ini menunjukkan bahwa hubungan AS-Ukraina, yang pernah menjadi fondasi perlawanan terhadap invasi Rusia, kini berada di ambang keruntuhan.

Di sisi lain, media Italia melaporkan bahwa ada kekhawatiran di Kyiv mengenai kemungkinan AS secara diam-diam membantu Moskow. Zelensky menegaskan bahwa para penasihat Trump telah membuat kesalahan besar. “Jika Anda berada di tengah, Anda harus tetap di tengah. Bukan di sisi yang salah,” ujarnya, mengulangi pernyataan yang sama dalam wawancara dengan Piers Morgan. Ia menambahkan, “Saya pikir para penasihat Trump salah. Ini bukan sisi yang benar dari Sejarah.”

Kesimpulannya, pernyataan Zelensky yang blak-blakan ini mencerminkan krisis kepercayaan yang semakin dalam antara Ukraina dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump. Kyiv kini berada di persimpangan jalan: harus mencari sekutu baru atau menghadapi kemungkinan kekalahan jika dukungan Barat terus merosot. Sementara itu, janji dukungan dari Inggris dan Uni Eropa menjadi secercah harapan, namun belum cukup untuk menggantikan peran vital yang sebelumnya dimainkan oleh Washington.

Exit mobile version