Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Menkeu Berani Hingga Calon Kuat Pilpres 2029?

Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Menkeu Berani Hingga Calon Kuat Pilpres 2029?
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Menkeu Berani Hingga Calon Kuat Pilpres 2029?

FaktaHari – 11 Oktober 2026 | Nama purbaya yudhi sadewa kembali mencuri perhatian publik setelah beredarnya isu duet dengan Dedi Mulyadi pada Pilpres 2029. Meski isu tersebut dibantah keras oleh pengamat politik, popularitas mantan Menteri Keuangan ini dinilai terus meroket dan tak bisa diabaikan.

Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, secara tegas menyatakan bahwa kemungkinan purbaya yudhi sadewa maju dalam kontestasi Pilpres 2029 sangat kecil. Menurutnya, mantan Menteri Keuangan tersebut lebih berorientasi pada karier di bidang ekonomi ketimbang politik praktis. “Enggak mungkinlah karena Purbaya menurut saya sih dia ya seperti dia bilang walau senang mancing, mungkin satu hari dia ngajar dosen atau apa gitu loh, enggak yakin saya,” ujarnya dalam siniar Forum Keadilan TV, September lalu.

Namun, data survei justru menunjukkan sebaliknya. Survei Indeks Politika Indonesia pada Oktober 2025 mencatat elektabilitas purbaya yudhi sadewa cukup kompetitif di bursa awal Pilpres 2029. Bahkan, dalam simulasi 10 nama potensial calon presiden oleh Indekstat Indonesia pada Februari 2026, ia menempati posisi keempat dengan elektabilitas 4,9 persen, hanya kalah dari Prabowo Subianto (47,2 persen), Dedi Mulyadi (17,8 persen), dan Anies Baswedan (11,2 persen).

Fenomena kenaikan popularitas Purbaya ini diakui oleh Syahganda. Berdasarkan riset Great Institute, rating penerimaan publik terhadap Purbaya mengalami peningkatan drastis dalam waktu singkat setelah ia dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025. “Purbaya ini ratingnya di publik sangat tinggi. Dia dilantik pada bulan September, dan pada bulan Januari ratingnya sudah lebih tinggi dari Kang Dedi Mulyadi,” ungkap Syahganda. Puncak popularitas itu salah satunya dipicu oleh program “Lapor Pak Purbaya” yang membuatnya dikenal blak-blakan dan berani mengambil kebijakan.

Meski demikian, momentum tersebut sempat meredup setelah muncul larangan agar program kementerian tidak menggunakan nama pribadinya. “Habis itu karena ada sedikit larangan untuk dia launching pakai nama dia (Purbaya), dia kemudian meredup. Tapi ratingnya tetap tinggi sampai sekarang,” jelas Syahganda.

Di sisi lain, Syahganda justru memprediksi bahwa purbaya yudhi sadewa akan kembali dipanggil oleh Presiden Prabowo untuk menduduki posisi strategis, yakni Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pencopotan Purbaya dari kursi Menteri Keuangan tidak terkait dengan penilaian buruk, melainkan langkah pragmatis meredam instabilitas akibat manajemen konflik. “Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya. Bisa saja dipanggil kembali,” tegasnya. Pengalaman Purbaya sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dinilai menjadi modal penting untuk menangani problematika perbankan ke depan.

Kinerja Purbaya di sektor ekonomi juga tak luput dari sorotan. Salah satu pencapaiannya adalah mendukung penuh Program Sekolah Rakyat di Surabaya dengan anggaran Rp3,82 triliun. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, ia menyapa para siswa dan memberikan motivasi. “Saya diperintah Presiden menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya yang semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya,” ujarnya.

Namun, di balik segala kontroversi dan isu politik, ada pula kabar hoaks yang sempat menyeret namanya. Sebuah unggahan di Facebook menarasikan bahwa Purbaya menyewa hacker untuk membobol data anggaran DPR. Faktanya, berdasarkan penelusuran ANTARA, Purbaya hanya memanggil peretas dalam negeri untuk menguji keamanan sistem Coretax, bukan untuk menyerang atau membocorkan data lembaga negara. Ia menegaskan bahwa perbaikan Coretax tidak menggunakan anggaran tambahan APBN.

Kesimpulannya, meski isu duet dengan Dedi Mulyadi di Pilpres 2029 dibantah, popularitas dan elektabilitas purbaya yudhi sadewa terus menguat. Kiprahnya di bidang ekonomi dan keberaniannya dalam mengambil kebijakan membuatnya menjadi figur yang patut diperhitungkan, baik di lingkaran pemerintahan maupun di panggung politik nasional ke depan.

Exit mobile version