FaktaHari – 04 Oktober 2026 | Syahganda Nainggolan, seorang aktivis yang dikenal kritis terhadap pemerintah, kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan ini menandai babak baru dalam kariernya yang selama ini lebih banyak berfokus pada aktivitas di luar pemerintahan.
Sejak masa kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Syahganda telah dikenal sebagai sosok yang vokal dalam forum-forum diskusi mahasiswa. Kepeduliannya terhadap isu-isu sosial dan keberaniannya mengkritik kebijakan Orde Baru bahkan pernah membuatnya mendekam di penjara selama 10 bulan.
Di dunia politik, Syahganda Nainggolan sempat berafiliasi dengan beberapa partai, termasuk mendirikan Partai Merdeka bersama Adi Sasono. Namun, karier politiknya tidak selalu mulus. Beberapa kali ia gagal melenggang ke Senayan sebagai anggota legislatif.
Dalam pelantikannya, Prabowo menegaskan pentingnya peran komunikasi pemerintah sebagai alat persatuan nasional. Syahganda diinstruksikan untuk memastikan bahwa komunikasi pemerintah tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga menjelaskan pemikiran dan arah kebijakan presiden kepada masyarakat.
Syahganda menyampaikan bahwa Bakom akan memperkuat strategi komunikasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan algoritma digital. Ia juga berencana mengintensifkan dialog dengan media untuk menyampaikan pesan pemerintah secara efektif.
Pengalaman Syahganda di berbagai bidang, mulai dari akademis hingga aktivisme, diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam komunikasi pemerintah. Ia berkomitmen untuk menjadikan Bakom sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Dengan pelantikan ini, Syahganda Nainggolan diharapkan dapat membuktikan bahwa meskipun kini berada di dalam pagar kekuasaan, idealismenya tetap terjaga untuk kepentingan rakyat.
