FaktaHari – 04 Oktober 2026 | Irwan Meilano, seorang akademisi dan pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), telah resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Irwan, yang lahir di Bandung pada 18 Mei 1974, dikenal sebagai seorang teknokrat murni yang jauh dari dunia politik praktis. Karier akademisnya dimulai di ITB, tempat ia menyelesaikan studi Sarjana di bidang Teknik Geodesi pada tahun 1997. Setelah itu, Irwan melanjutkan pendidikan ke Nagoya University di Jepang, meraih gelar Master pada tahun 2003 dan Doktor pada tahun 2006.
Keahliannya dalam bidang gempa bumi dan kadaster membuat Irwan dipercaya mengemban posisi penting di ITB, termasuk sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan periode 2025-2030. Pada tahun 2024, ia diangkat menjadi Guru Besar dengan fokus pada Sistem Spasial dan Kadaster.
Pelantikan Irwan sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan menempatkannya dalam posisi strategis untuk mendukung ekonomi biru Indonesia. Kepakaran Irwan di bidang geodesi dan geospasial diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan sektor kelautan, terutama dalam mengelola ruang laut, menjaga ekosistem, dan meningkatkan produktivitas perikanan.
Irwan Meilano juga dikenal aktif dalam penelitian dan pemutakhiran peta gempa Indonesia. Pengalamannya dalam mengukur dan memodelkan data geospasial diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan wilayah pesisir Indonesia yang dinamis. Meski demikian, tantangan tetap ada, yaitu bagaimana memadukan keahlian akademis dengan kebutuhan kebijakan publik yang efektif.
Dalam pelantikan di Istana Negara, Irwan menegaskan komitmennya untuk mendorong transparansi berbasis data dalam pengambilan keputusan di kementeriannya. Ia berencana mengintegrasikan data dan mengukur manfaat kebijakan secara kolaboratif untuk kepentingan masyarakat luas.
Mengenai laporan harta kekayaan, Irwan Meilano melaporkan kepemilikan harta sebesar Rp6.668.298.234, termasuk aset tanah dan bangunan di Bandung senilai Rp4,1 miliar dan satu unit Honda HR-V tahun 2017 senilai Rp200 juta. Ia juga memiliki surat berharga serta kas dan setara kas yang menambah total kekayaannya.
Kesimpulannya, dengan latar belakang akademis dan kepakaran teknis yang dimilikinya, Irwan Meilano diharapkan dapat menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi kebijakan publik yang bermanfaat bagi pengelolaan kelautan dan perikanan Indonesia.
