FaktaHari – 05 November 2026 | West Ham United resmi memecat pelatih Nuno Espirito Santo setelah serangkaian hasil buruk di Championship 2026/27. Keputusan ini diumumkan pada Selasa (4/11/2026) menyusul kekalahan kandang 1-3 dari West Bromwich Albion dua hari sebelumnya. Kekalahan tersebut merupakan yang kedua berturut-turut di London Stadium setelah sebelumnya takluk 2-3 dari Southampton. West Ham kini terpuruk di peringkat kedelapan klasemen dengan hanya mengumpulkan 18 poin dari 13 pertandingan, jauh dari target promosi otomatis.
Nuno sebenarnya diharapkan mampu membawa West Ham kembali ke Premier League setelah degradasi pada musim lalu. Klub menghabiskan dana besar untuk merekrut pemain seperti Arne Engels, Manor Solomon, Joel Veltman, Joel Piroe, dan Morato. Kapten Jarrod Bowen juga menolak tawaran klub top dan memperpanjang kontrak. Namun, performa tim tidak konsisten. Dari 13 laga, West Ham hanya menang enam kali dan kalah empat kali. Manajemen menilai perubahan pelatih diperlukan untuk mengembalikan tim ke jalur promosi.
Selain Nuno, asisten pelatih Rui Pedro Silva dan pelatih kiper Rui Barbosa juga meninggalkan klub. Sebagai pengganti sementara, legenda West Ham Mark Noble akan memimpin tim bersama Steve Potts dan Gerard Prenderville untuk laga melawan Cardiff City, Rabu (5/11/2026). Noble, yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya di West Ham, diharapkan mampu membangkitkan semangat pemain dan suporter.
Krisis di West Ham sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim. Pada pekan kedua Premier League 2025/26, mereka dihancurkan Chelsea 5-1 di London Stadium. Kala itu, Graham Potter masih menjadi pelatih. Setelah itu, West Ham terus berjuang di zona degradasi. Pada Februari 2026, mereka bermain imbang 1-1 melawan Manchester United di pekan ke-26, dengan gol penyeimbang Benjamin Sesko di menit 90+6. Hasil itu membuat West Ham tetap di zona merah dengan 24 poin dari 26 laga. Pada akhirnya, mereka terdegradasi dengan 39 poin, meski jumlah itu sebenarnya lebih tinggi dari rata-rata tim peringkat 17 (34,5 poin) sejak Premier League diikuti 20 tim pada 1995.
Setelah degradasi, West Ham mempertahankan Nuno meski ada tanda-tanda ia bukan pilihan tepat. Nuno ditunjuk pada 27 September 2026, dua pekan setelah dipecat Nottingham Forest. Bersama Forest, ia membawa tim finis ketujuh di Premier League 2024/25, pencapaian terbaik klub sejak 1994/95. Namun, di West Ham ia mewarisi skuad yang rapuh mental setelah terpuruk di bawah asuhan Potter. Nuno gagal memberikan dampak instan, tanpa kemenangan dalam empat laga pertamanya.
Keputusan pemecatan Nuno menuai beragam reaksi. Sebagian pengamat menilai manajemen terlalu terburu-buru, mengingat musim masih panjang. Namun, sebagian lain menilai langkah itu tepat karena West Ham tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dengan skuad yang seharusnya cukup kuat untuk menjuarai Championship, posisi kedelapan jelas mengecewakan. Kini, tugas Mark Noble adalah menyatukan kembali tim dan membangun momentum untuk bersaing di papan atas.
West Ham akan menghadapi Cardiff City dalam laga krusial tengah pekan. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa promosi. Jika gagal, tekanan terhadap manajemen akan semakin besar. Para penggemar berharap Noble mampu menjadi katalis perubahan, setidaknya hingga akhir musim. Sejarah menunjukkan West Ham memiliki tradisi kuat dan basis suporter fanatik. Kini saatnya bagi The Hammers untuk bangkit dari keterpurukan dan membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.











