Leylah Fernandez Kembali ke Top 20, Meski Kalah di Final Pan Pacific Open

Leylah Fernandez Kembali ke Top 20, Meski Kalah di Final Pan Pacific Open
Leylah Fernandez Kembali ke Top 20, Meski Kalah di Final Pan Pacific Open

FaktaHari – 03 November 2026 | Petenis Kanada, Leylah Fernandez, kembali menembus jajaran 20 besar peringkat dunia WTA untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun terakhir. Meskipun harus mengakui keunggulan Diana Shnaider di final Pan Pacific Open 2026, capaian ini menjadi tonggak penting bagi ley lah fernandez dalam perjalanan kariernya.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di Tokyo, Minggu (1/11), ley lah fernandez harus menyerah tiga set 6-4, 5-7, 6-2 dari petenis Rusia tersebut. Laga yang berlangsung selama dua jam 18 menit itu sempat memberikan harapan bagi Fernandez setelah ia bangkit dari ket tertinggal 0-4 di set kedua dan merebut set tersebut 7-5. Namun, Shnaider berhasil mengembalikan konsentrasi dan mendominasi set penentuan.

Kendati gagal meraih gelar, penampilan ley lah fernandez di Tokyo membuktikan konsistensinya di level atas. Sepanjang turnamen, ia menyingkirkan petenis peringkat 14 dunia Elise Mertens di babak 16 besar dan mendapatkan walkover atas petenis nomor satu dunia Elena Rybakina di perempat final. Hasil ini membawa Fernandez naik lima peringkat ke posisi ke-18 dalam rilis peringkat WTA terbaru, Senin (2/11).

Pencapaian ini melengkapi performa impresif ley lah fernandez dalam beberapa pekan terakhir. Dari 20 pertandingan terakhirnya, ia mencatatkan 16 kemenangan, termasuk gelar Singapore Open pada September lalu dan posisi runner-up di Ningbo Open setelah kalah dari Rybakina. Kini, Fernandez kembali ke top 20 untuk pertama kalinya sejak September 2022, atau sebulan setelah ia mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu ke-13 dunia.

Sementara itu, bagi Diana Shnaider, kemenangan ini menjadi gelar pertama di musim 2026 sekaligus trofi keenam sepanjang kariernya. Petenis berusia 22 tahun itu terakhir kali juara di Monterrey pada Agustus tahun lalu. Usai pertandingan, Shnaider mengaku langsung menghubungi ibunya untuk berbagi kebahagiaan. “Saya menelepon ibu. Saya ingin mendengar suaranya setelah memenangkan gelar dan berbagi momen-momen pertama dengannya,” ujarnya.

Shnaider juga mengakui bahwa pertandingan final berlangsung ketat. “Saya merasa pertandingan ini benar-benar ketat dan berlangsung sengit. Karena itu, saya semakin bahagia bisa berjuang merebut gelar dan akhirnya memenangkannya,” tambahnya.

Di sisi lain, servis ley lah fernandez menjadi sorotan dalam laga final. Ia tercatat melakukan lima kesalahan servis ganda dan hanya mampu memasukkan separuh servis pertamanya pada set pembuka. Meski demikian, semangat juangnya patut diapresiasi, terutama ketika ia bangkit di set kedua dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Kembalinya Fernandez ke top 20 juga berdampak pada peringkat petenis Kanada lainnya. Victoria Mboko dari Burlington, Ontario, turun lima peringkat ke posisi ke-20 setelah absen sejak Juni karena cedera lutut kiri. Sementara itu, Bianca Andreescu naik 20 peringkat ke posisi ke-109 setelah menjuarai WTA 125 Queretaro Open di Meksiko.

Di sektor putra, Félix Auger-Aliassime turun enam peringkat ke posisi ke-13 dalam peringkat ATP terbaru. Petenis berusia 26 tahun itu kehilangan 640 poin setelah gagal mempertahankan performa, meski musim ini ia telah meraih satu gelar di Montpellier dan mencapai perempat final French Open. Sementara itu, Alexander Zverev naik ke peringkat satu dunia, menggeser Jannik Sinner, dengan Carlos Alcaraz di posisi ketiga.

Dengan pencapaiannya saat ini, ley lah fernandez diharapkan dapat terus konsisten dan kembali bersaing di level teratas. Kembalinya ia ke top 20 menjadi sinyal positif menjelang turnamen-turnamen bergengsi berikutnya, termasuk persiapan menuju Grand Slam musim depan. Bagi penggemar tenis Kanada, performa Fernandez menjadi harapan baru di tengah naik-turunnya prestasi petenis putra mereka.

Secara keseluruhan, final Pan Pacific Open 2026 tidak hanya menjadi milik Shnaider, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan ley lah fernandez. Kekalahan di partai puncak tidak mengurangi nilai pencapaiannya, dan justru menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh. Dengan kerja keras dan dedikasi, bukan tidak mungkin Fernandez akan kembali meraih gelar dan menembus peringkat yang lebih tinggi di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *