FaktaHari – 31 Oktober 2026 | Legenda Real Madrid, Toni Kroos, kembali menjadi sorotan setelah memberikan komentar tajamnya mengenai kemenangan dramatis Los Blancos atas Barcelona dalam laga El Clasico yang berlangsung pada 26 Oktober 2026. Pria asal Jerman tersebut secara khusus memuji keberanian pelatih Jose Mourinho yang berhasil membawa timnya mencuri kemenangan 2-1 di Camp Nou. Menurut Toni Kroos, pendekatan taktis Mourinho menjadi pembeda utama dibandingkan laga-laga Clasico sebelumnya.
Kroos mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, El Clasico lebih sering berpihak kepada Barcelona. Namun, situasi kini telah berubah. “Real Madrid dan Mourinho tampil sangat berani di Camp Nou, dan itu menjadi perbedaan besar dibandingkan dengan laga-laga Clasico sebelumnya,” ujar Kroos seperti dikutip dari Sport Mole. Ia menambahkan bahwa para pemain depan menunjukkan kualitas mereka, sementara lini belakang tampil disiplin dalam bertahan.
Kemenangan ini tidak hanya memutus rekor sempurna Barcelona di LaLiga musim ini, tetapi juga memperpanas persaingan gelar juara. Barcelona masih memimpin klasemen dengan 27 poin, namun kini hanya terpaut dua hingga tiga poin dari duo Madrid, Atletico dan Real Madrid, yang terus membayangi. Toni Kroos menyebut determinasi yang ditunjukkan skuad Los Blancos sebagai salah satu penampilan terbaik tim musim ini.
Secara statistik, Madrid memang kalah dalam penguasaan bola dengan perbandingan 37 persen berbanding 67 persen. Namun, efektivitas serangan Madrid jauh lebih tajam. Dua gol kemenangan El Real diborong oleh Kylian Mbappe, sementara Barcelona hanya mampu membalas satu gol lewat aksi Raphinha. Kroos menilai bahwa keberanian Madrid untuk menguasai bola dan mendikte tempo permainan menjadi kunci keberhasilan meredam permainan atraktif Barca. “Membangun serangan dari lini belakang melawan tim seperti Barca ini patut mendapat pujian karena mereka kesulitan saat tidak menguasai bola,” jelasnya.
Dalam podcast Einfach mal Luppen, Toni Kroos juga menyinggung soal Ballon d’Or 2026. Ia secara mengejutkan tidak memilih Mbappe, melainkan menganggap Kvaratskhelia sebagai pemain terbaik. “Di mataku, dia adalah pemain terbaik dari tim terbaik di Eropa. Piala Dunia memiliki bobot yang sangat besar. Jika hanya melihat musim ini, pilihan Kvaratskhelia akan menarik,” ujarnya. Meski demikian, penghargaan tersebut akhirnya jatuh kepada Harry Kane, dengan Mbappe di posisi kedua dan Lamine Yamal di posisi ketiga.
Di sisi lain, nama Toni Kroos juga mencuat dalam dunia sepak bola Peru. Narator olahraga Peter Arévalo, yang akrab disapa Mr. Peet, memuji gelandang Sporting Cristal, Agustín Álvarez Wallace, dengan menyebutnya bermain “seperti Toni Kroos” dalam laga melawan Alianza Lima. Menurutnya, Álvarez Wallace mampu membawa bola dan menciptakan ruang seperti yang biasa dilakukan Kroos. Pujian ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Toni Kroos terhadap gaya bermain gelandang modern.
Tidak hanya di lapangan, Kroos juga menjadi sosok yang dihormati di dunia sepak bola dasar. Ia didapuk sebagai bintang tamu dalam turnamen Níjar Súper Cup yang akan digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2026. Turnamen ini diikuti oleh 120 tim dari 45 klub elit Eropa seperti Liverpool, Atlético Madrid, Lazio, Valencia, dan Sevilla. Kehadiran Kroos diharapkan dapat menginspirasi para pemain muda.
Dengan segala komentar dan keterlibatannya, Toni Kroos terus membuktikan bahwa dirinya bukan hanya legenda di lapangan, tetapi juga sosok yang berpengaruh dalam diskusi taktik dan pengembangan sepak bola. Kemenangan Real Madrid atas Barcelona di bawah asuhan Mourinho menjadi bukti bahwa taktik yang tepat dan keberanian dapat mengubah jalannya pertandingan. Kroos pun optimistis bahwa Los Blancos mampu bersaing hingga akhir musim untuk meraih gelar LaLiga yang telah lama dinanti.
