FaktaHari – 30 Oktober 2026 | Malam yang seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi Ja Morant justru berubah menjadi mimpi buruk. Dalam pertemuan pertamanya melawan mantan tim, Memphis Grizzlies, Ja Morant harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat cedera hamstring kiri. Laga yang digelar di Moda Center, Portland, pada Kamis (29/10) waktu setempat itu berakhir dengan kekalahan telak Portland Trail Blazers 103-124 dari Grizzlies.
Ja Morant, yang bergabung dengan Blazers setelah sembilan musim membela Grizzlies, tampil cukup produktif dengan mencatatkan 14 poin, 2 rebound, dan 3 asis dalam 23 menit bermain. Namun, petaka datang di awal kuarter keempat. Saat itu, ia merasakan tarikan pada bagian belakang paha kirinya dan langsung menuju ruang ganti. Pelatih Blazers, Micah Nori, mengungkapkan bahwa Morant merasakan sensasi seperti tertarik pada hamstring. “Saya sebenarnya berusaha mengambil kesempatan melakukan pergantian pemain agar dia bisa keluar. Namun, kami sedang memaksa lawan melakukan turnover. Kami harus memainkan beberapa possession tambahan dengannya. Lebih banyak dari yang saya inginkan,” ujar Nori.
Insiden cedera ini menambah panjang daftar masalah bagi Blazers, yang juga kehilangan Shaedon Sharpe karena operasi lutut dan masih diragukan dengan kondisi Robert Williams III. Meski demikian, Nori belum bisa memastikan tingkat keparahan cedera Morant. Pemeriksaan lebih lanjut dijadwalkan pada Jumat (30/10) untuk menentukan berapa lama sang pemain akan absen. ESPN melaporkan bahwa Ja Morant masuk dalam daftar diragukan tampil untuk laga berikutnya melawan Utah Jazz pada Sabtu (31/10).
Meski malam itu menjadi reuni emosional, Ja Morant sempat menunjukkan sisi kompetitifnya. Pada kuarter kedua, ia mencetak angka melawan Cedric Coward, pemain muda Grizzlies, sambil menunjuk ke arah lawan dan berteriak kepada penonton, “He’s food!” (Dia makanan empuk!). Momen tersebut terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Namun, setelah pertandingan, Morant menegaskan bahwa tidak ada dendam pribadi terhadap mantan timnya. “Saya bukan orang yang pendendam. Saya masih berbicara dengan teman-teman yang memang dekat dengan saya. Kemarin saya berbicara dengan mereka. Tidak ada yang berbeda bagi saya. Ini hanya pertandingan bola basket biasa dalam jadwal kami,” kata Morant.
Kekalahan ini juga menandai berakhirnya rekor tak terkalahkan Blazers di awal musim. Sebelumnya, mereka mencatat tiga kemenangan beruntun. Sementara itu, Grizzlies justru semakin perkasa dengan rekor sempurna 5-0, menyamai Houston Rockets sebagai satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan. Panggung laga malam itu benar-benar milik rookie sensasional Cameron Boozer, yang mencatatkan triple-double impresif dengan 18 poin, 12 rebound, dan 12 asis. Boozer, yang baru berusia 19 tahun 103 hari, menjadi pemain termuda kedua dalam sejarah NBA yang mencetak triple-double, tepat di belakang Josh Giddey pada 2022 lalu.
Selain Boozer, Grizzlies juga mendapat kontribusi signifikan dari Isaiah Stewart yang menyumbang 18 poin dari bangku cadangan, serta Cedric Coward dengan 17 poin dan 7 rebound. Zach Edey menambahkan 13 poin dan 7 rebound. Secara keseluruhan, delapan pemain Grizzlies mencatatkan angka ganda, menunjukkan kedalaman skuad yang mengesankan. Di sisi lain, Blazers yang kehilangan Morant di kuarter keempat kesulitan membendung laju Grizzlies. Deni Avdija tampil heroik dengan 24 poin, 9 rebound, dan 7 asis, tetapi tidak cukup untuk menghindari kekalahan. Grizzlies mendominasi rebound (54 berbanding 45) dan memaksa Blazers melakukan 16 turnover, sementara mereka hanya kehilangan 10 bola.
Bagi Ja Morant, ini adalah pukulan telak setelah ia memulai musim dengan rata-rata 16,3 poin dan 6,3 asis dalam tiga pertandingan pertama. Cedera hamstring sendiri bisa memakan waktu pemulihan yang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Blazers berharap cedera ini tidak serius dan Morant dapat segera kembali memperkuat tim. Dengan jadwal padat yang menanti, kehadiran Morant sangat krusial bagi ambisi Blazers untuk bersaing di kompetisi NBA musim ini.
Reuni yang penuh drama ini menjadi pengingat bahwa dalam olahraga, cerita di luar lapangan seringkali sama menariknya dengan pertandingan itu sendiri. Ja Morant mungkin telah meninggalkan Memphis, tetapi ikatan dan persaingan tetap membara. Kini, yang terpenting adalah pemulihan cedera dan bagaimana ia bangkit untuk membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu point guard terbaik di liga. Blazers akan berharap mimpi buruk ini segera berakhir dan Morant dapat kembali menjadi sosok sentral dalam perjalanan mereka musim ini.











