FaktaHari – 30 Oktober 2026 | Pertandingan torino vs como pada pekan kesembilan Serie A 2026/2027 di Stadion Olimpico Grande Torino, Rabu (28/10) dini hari WIB, menyajikan drama luar biasa. Como berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-1 atas Torino, meski sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini membawa Como ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 20 poin dari sembilan laga, sementara Torino tertahan di peringkat kedelapan dengan 13 poin.
Torino sebenarnya memulai laga dengan baik. Mereka sempat unggul melalui gol Che Adams pada menit ke-24 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Como. Sebelumnya, gol Tasos Douvikas untuk Como dianulir karena offside. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Namun, di babak kedua, Como meningkatkan intensitas serangan. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81 melalui sundulan Jacobo Ramon yang menyambut umpan Nico Paz. Gol itu menjadi titik balik. Tak lama berselang, Nico Paz mencetak gol kedua setelah menerima umpan silang Yan Couto, membawa Como berbalik unggul 2-1. Martin Baturina kemudian memastikan kemenangan pada masa injury time setelah merebut bola dari Nikola Vlasic dan mengecoh kiper Lucas Perri.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, memuji mentalitas timnya. “Kami menunjukkan kesabaran, kedewasaan, dan ketahanan yang luar biasa. Kami menolak menyerah hingga akhir,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. Fabregas juga menekankan bahwa kemenangan ini adalah bukti kedewasaan tim, terutama karena ini merupakan pertandingan keempat dalam 10 hari. “Vincere in Italia non è mai facile,” tambahnya. Ia juga menyebut bahwa timnya memiliki resilienza, kualitas, dan keinginan untuk menang.
Bagi Torino, kekalahan ini terasa pahit. Mereka sudah unggul hingga menit ke-81, tetapi harus rela kehilangan poin. Kolumnis Toro News, Vittoria Brighenti, dalam suratnya kepada pelatih Abate, menyatakan bahwa kekalahan ini sulit diterima, tetapi ada hal positif yang bisa diambil. “Untuk sebagian besar pertandingan, tim bermain, mengusulkan sepak bola, dan menunjukkan bahwa mereka dapat menyulitkan lawan berkualitas seperti Como,” tulisnya. Ia berharap kekalahan ini tidak menghapus hal-hal baik yang telah ditunjukkan tim dalam beberapa pekan terakhir.
Kemenangan ini juga menegaskan ambisi Como untuk bersaing di papan atas. Meskipun Fabregas enggan berbicara tentang gelar scudetto, ia menegaskan fokusnya adalah meningkatkan level tim. “Saya tidak tahu berapa poin yang kami miliki, ini masih Oktober, saya tidak melihat klasemen. Yang penting adalah melihat bagaimana tim berkembang,” ujarnya. Dengan hasil ini, Como terus menjaga momentum positif dan semakin percaya diri menghadapi laga-laga berikutnya.
Pertandingan torino vs como menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim. Torino harus belajar mempertahankan keunggulan, sementara Como menunjukkan bahwa pertandingan belum berakhir sampai peluit panjang. Kemenangan dramatis ini akan dikenang sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan Como di musim ini. Kini, torino vs como telah usai, tetapi dampaknya akan terasa dalam perjalanan kedua tim di kompetisi yang panjang ini.











