FaktaHari – 29 Oktober 2026 | Kompetisi ISL (Indian Super League) 2026-27 kembali menyita perhatian setelah laga FC Goa vs SC Delhi berakhir dramatis dengan skor 1-1 di Fatorda Stadium, Rabu (28/10/2026). Gol penyama kedudukan Alex Vallejo pada menit ke-95 tidak hanya menyelamatkan satu poin bagi tuan rumah, tetapi juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan SC Delhi di musim ini. Di tengah panasnya persaingan ISL, sebuah inisiatif sosial bertajuk Signathon 3.0 turut mencuri perhatian dengan mengangkat isu kesetaraan komunikasi bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara melalui promosi Bahasa Isyarat India (Indian Sign Language/ISL).
Pertandingan di Goa berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. FC Goa yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung menekan. Peluang pertama datang pada menit ke-8 melalui Samsanga yang menyambut umpan silang, namun bola masih menyimpang dari gawang. Sempat mencetak gol pada menit ke-19 lewat aksi Francisco Feuillassier, gol tersebut dianulir karena offside. Muhammed Nemil juga memiliki peluang emas pada menit ke-37, tetapi tembakannya masih melewati mistar gawang.
Memasuki babak kedua, FC Goa terus menggempur pertahanan SC Delhi. Namun, kiper Nora Fernandes tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Feuillassier dari jarak dekat. Kegagalan memanfaatkan peluang akhirnya berbuah petaka. Pada menit ke-52, SC Delhi melancarkan serangan balik cepat. Rodriguinho memberikan umpan kepada Juan Pena yang dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan cukup lama.
SC Delhi yang berambisi meraih kemenangan pertama di ajang ISL musim ini tampak akan mengunci tiga poin. Pelatih Tomasz Tchorz bahkan menarik Rodriguinho yang tampak mengalami cedera dan memasukkan Ashutosh Mehta untuk memperkuat lini belakang. Namun, upaya defensif tersebut gagal membendung tekanan FC Goa di menit-menit akhir. Pada menit ke-95, umpan bebas Feuillassier berhasil disambut Vallejo yang berdiri bebas di depan gawang. Gol itu memastikan laga berakhir imbang 1-1 dan membuat FC Goa naik ke posisi kedelapan klasemen sementara ISL dengan koleksi poin yang belum sepenuhnya aman.
Hasil ini membuat SC Delhi naik ke peringkat 11 dengan raihan poin pertamanya, sementara FC Goa tertahan di posisi kedelapan. Di puncak klasemen, NorthEast United FC masih memimpin dengan 7 poin dan selisih gol +4, diikuti Punjab FC (7 poin, +2), East Bengal (6 poin), Bengaluru FC (6 poin), Mohun Bagan (6 poin), dan Kerala Blasters (4 poin). Persaingan di papan atas ISL diprediksi semakin ketat mengingat konsistensi menjadi kunci utama.
Di sisi lain, ajang ISL bukan hanya milik sepak bola. Signathon 3.0 yang digelar di People’s Plaza pada 31 Oktober mendatang akan melibatkan sekitar 2.500 peserta, termasuk 200 penyandang disabilitas rungu dan wicara. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan Bahasa Isyarat India (ISL) dan hak komunikasi setara. Dengan slogan ‘Sign. Support. Strengthen’, acara yang diinisiasi Ashray Akruti ini telah mengalami peningkatan peserta dari 1.000 orang pada edisi pertama menjadi 1.500 pada edisi kedua. Tahun ini, peserta dari berbagai kalangan usia, termasuk karyawan korporat, diharapkan hadir untuk meramaikan.
Samuel Sudhakar, perwakilan penyelenggara, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami ISL. “Melalui Signathon, kami ingin menciptakan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk mengikutsertakan penyandang disabilitas rungu. Tujuannya adalah menyebarkan pesan inklusi dan hak komunikasi yang setara,” ujarnya. Managing Director Ashray Akruti, D.P.K. Babu, menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar maraton, melainkan upaya membangun masyarakat inklusif. Dukungan juga datang dari Qualcomm yang menekankan pentingnya integrasi inklusi dan aksesibilitas dalam infrastruktur sosial.
Dengan demikian, dinamika ISL musim ini tidak hanya menyuguhkan drama di lapangan hijau, tetapi juga mengingatkan publik akan pentingnya inklusi sosial. Baik sepak bola maupun bahasa isyarat, keduanya memiliki peran dalam menyatukan masyarakat. Sementara itu, FC Goa dan SC Delhi masih memiliki pekerjaan rumah masing-masing: Goa perlu meningkatkan penyelesaian akhir, sedangkan Delhi harus belajar mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
