FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Fabian Hürzeler kembali menjadi sorotan publik setelah Brighton & Hove Albion menelan kekalahan 0-2 dari Liverpool di Anfield pada akhir pekan lalu. Pelatih berusia 33 tahun itu tidak hanya mengkritik gaya bermain lawan, tetapi juga harus menghadapi masalah cedera pemain kunci serta spekulasi transfer yang mengintai salah satu bintangnya. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Fabian Hürzeler dengan tegas menyatakan bahwa timnya adalah satu-satunya yang berusaha menciptakan peluang dan memenangi pertandingan. Ia bahkan menyebut permainan Liverpool sebagai ‘anti-sepak bola’ karena dianggap terlalu defensif dan mengandalkan serangan balik.
Kritik Fabian Hürzeler muncul setelah Brighton mendominasi hampir semua statistik pertandingan. The Seagulls menguasai bola hingga 64 persen, melepaskan 17 tembakan, dan mencatatkan expected goals (xG) lebih tinggi dari Liverpool. Namun, dua gol cepat Liverpool melalui gol bunuh diri Pascal Groß dan sepakan Alexander Isak menjadi pembeda. ‘Semua orang di stadion melihat bahwa hanya ada satu tim yang benar-benar berusaha menciptakan peluang dan memenangi pertandingan ini. Karena itu, saya harus memuji para pemain saya,’ ujar Fabian Hürzeler. Ia menambahkan bahwa timnya memiliki peluang emas sebelum Liverpool mencetak gol, sehingga hasil ini terasa sebagai kesempatan yang terlewatkan.
Meski kecewa dengan hasil, Fabian Hürzeler tetap memberikan pujian kepada para pemainnya yang dinilai telah berjuang maksimal dan setia pada rencana permainan. Ia juga mengakui bahwa Liverpool tampil solid dalam bertahan, dengan banyak memblokir tembakan dan menjaga kotak penalti dengan baik. Namun, bagi Fabian Hürzeler, kekalahan ini tidak mencerminkan kualitas sebenarnya dari timnya. Brighton memang tampil impresif musim ini, termasuk kemenangan 3-1 atas Arsenal pada September lalu, dan kini berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Di sisi lain, Fabian Hürzeler juga harus menghadapi masalah cedera yang menimpa dua pemain pentingnya, Ferdi Kadıoğlu dan Chema Andres. Keduanya mengalami cedera saat melawan Liverpool dan diragukan tampil pada laga melawan Manchester City. ‘Kalçaya hafif bir darbe aldı. Elbette çok acı verici. Yani bu, her iki oyuncunun da acıyla başa çıkması gereken bir durum ve bence her oyuncu acıyı farklı hissediyor,’ jelas Fabian Hürzeler. Ia menambahkan bahwa tim medis akan memantau perkembangan keduanya dan berharap mereka bisa tersedia untuk pertandingan akhir pekan. Ferdi Kadıoğlu sendiri merupakan pemain kunci Brighton sejak bergabung dari Fenerbahçe pada 2024 dan terpilih sebagai pemain terbaik klub tahun lalu.
Selain masalah cedera, Fabian Hürzeler juga menghadapi tekanan dari luar lapangan. Gelandang Brighton, Yasin Ayari, tengah menjadi incaran Chelsea setelah negosiasi kontrak baru dengan Brighton mengalami jalan buntu. Kontrak Ayari akan berakhir pada akhir musim ini, meskipun Brighton memiliki opsi perpanjangan satu tahun hingga 2028. Chelsea, yang memiliki direktur olahraga Paul Winstanley—mantan petinggi Brighton—dikabarkan sangat tertarik merekrut pemain asal Swedia tersebut. Fabian Hürzeler tentu berharap situasi ini tidak mengganggu konsentrasi tim, terutama karena Ayari telah menjadi salah satu pemain paling penting musim ini dengan performa energik dan gol-gol krusial.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Fabian Hürzeler tetap menunjukkan sikap optimistis. Ia percaya bahwa timnya memiliki fondasi kuat untuk bersaing di Premier League. Brighton saat ini berada di posisi ketiga, hanya terpaut satu poin dari Liverpool di posisi keempat. Dengan jadwal padat dan kompetisi yang ketat, kemampuan Fabian Hürzeler dalam mengelola skuad dan menjaga mental pemain akan menjadi kunci. Publik sepak bola Inggris pun menantikan apakah Brighton mampu mempertahankan performa impresifnya atau justru tergelincir akibat badai cedera dan godaan transfer.
Kesimpulannya, Fabian Hürzeler adalah sosok pelatih muda yang berani menyuarakan pendapatnya dan tidak segan mengkritik lawan. Namun, ia juga dihadapkan pada ujian nyata dalam mengelola tim di tengah badai cedera dan spekulasi transfer. Bagi Brighton, menjaga stabilitas dan fokus adalah harga mati jika ingin tetap bersaing di papan atas Premier League. Sementara itu, Fabian Hürzeler akan terus menjadi pusat perhatian, baik karena taktiknya maupun komentarnya yang kontroversial.











