FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Pertandingan bilbao vs getafe di San Mamés pada Minggu (25/10) berakhir dengan skor telak 4-0 untuk Athletic Club. Namun, kemenangan tersebut tidak lepas dari kontroversi. LaLiga melaporkan adanya sepuluh pelanggaran yang dilakukan oleh sekelompok suporter di tribun utara, termasuk nyanyian ofensif terhadap pemain Getafe, Dani Carvajal, aktivis sayap kanan Vito Quiles, dan bahkan orang Spanyol secara umum. Insiden ini mencoreng pesta gol Berenguer, Iñaki Williams, Paredes, dan Yuri.
Dalam laporan yang dikirim ke Komite Kompetisi dan Komisi Anti-Kekerasan, LaLiga mencatat nyanyian seperti “Vito Quiles, hijo de puta” pada menit ke-4, 52, 54, dan 91; “Carvajal, hijo de puta” pada menit ke-6; serta “Españoles, hijos de puta” pada menit ke-13. Selain itu, pada menit ke-53 terdengar nyanyian “Puto nazi el que no bote es”, dan pada menit ke-59 suporter menyanyikan lagu yang menghina Romareda dan Aragón. Aksi ini dilakukan di sektor 105-110 Tribuna Norte Baja, tepat di samping spanduk “Íñigo Cabacas” dan “Herri Harmaila”.
Di sisi lain, pertandingan bilbao vs getafe menjadi momen penting bagi bek Dani Vivian. Setelah absen selama lima bulan akibat cedera pubalgia yang dideritanya sejak awal tahun, Vivian akhirnya kembali bermain sebagai starter. Ia mengaku sangat bahagia bisa kembali merumput dan merasa terhubung dengan rekan-rekannya. “Saya telah melalui masa-masa sulit, tetapi saya selalu merasa dekat dengan grup. Saya menjalani setiap pertandingan seolah-olah saya bermain,” ujarnya. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Athletic sebelum menghadapi derbi melawan Real Sociedad akhir pekan depan.
Bintang Athletic, Nico Williams, juga menjadi sorotan dalam konferensi pers usai laga bilbao vs getafe. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap di Bilbao meskipun banyak tawaran dari klub besar seperti Barcelona, Arsenal, dan lainnya. “Saya mengatakan tidak kepada Barcelona, Arsenal, dan banyak klub lain karena saya ingin berada di sini. Saya telah memperpanjang kontrak hingga 2035 dan tidak pernah ragu,” tegas Nico. Ia juga membantah pernyataan agennya, Félix Tainta, yang menyebutkan bahwa kepindahan hampir terjadi. Menurut Nico, keputusan akhir diambil oleh dirinya, saudaranya Iñaki, dan keluarganya.
Kemenangan 4-0 atas Getafe sendiri tidak lepas dari penampilan impresif Athletic. Gol-gol dicetak oleh Berenguer, Iñaki Williams, Paredes, dan Yuri. Pelatih Terzic memberikan kepercayaan kepada Vivian di jantung pertahanan bersama Aitor Paredes, sementara Yeray dan Laporte (yang menjalani sanksi) berada di bangku cadangan. Getafe sendiri tampil mengecewakan dan harus bermain dengan 10 orang setelah Mario Martín mendapat kartu merah langsung pada menit ke-86.
Dengan hasil ini, Athletic semakin percaya diri menyambut derbi Basque. Namun, bayang-bayang insiden nyanyian rasisme di tribun akan tetap menjadi catatan hitam bagi klub. LaLiga berharap Komite Kompetisi dapat mengambil tindakan tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Sementara itu, bagi Vivian dan Nico Williams, laga bilbao vs getafe menjadi panggung pembuktian bahwa Athletic masih memiliki fondasi kuat untuk bersaing di LaLiga musim ini.
