Inter vs Fiorentina: Drama Remontada dan Sinyal Bahaya di Balik Kemenangan Nerazzurri

Inter vs Fiorentina: Drama Remontada dan Sinyal Bahaya di Balik Kemenangan Nerazzurri
Inter vs Fiorentina: Drama Remontada dan Sinyal Bahaya di Balik Kemenangan Nerazzurri

FaktaHari – 28 Oktober 2026 | Pertandingan inter vs fiorentina di San Siro pada giornata kedelapan Serie A menyajikan drama yang khas dengan wajah baru. Inter Milan kembali tertinggal lebih dulu, namun mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 berkat dua gol di masa injury time. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang tren positif pasukan Cristian Chivu, tetapi juga memunculkan sosok tak terduga: Marcus Thuram yang tampil sebagai pemimpin karismatik menggantikan peran Lautaro Martinez yang absen.

Laga inter vs fiorentina berjalan dengan skenario yang akrab bagi tifosi Nerazzurri musim ini. Fiorentina sempat unggul melalui gol bek sayap asal Spanyol, Alejandro Jimenez, yang sebelumnya sempat memancing emosi pemain dan penonton tuan rumah. Namun, keunggulan La Viola tidak bertahan lama. Thuram menjadi motor kebangkitan Inter dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui penyelesaian cerdas, sebelum akhirnya memenangkan penalti yang dieksekusi sempurna oleh Piotr Zielinski.

Menariknya, pertandingan inter vs fiorentina ini menjadi panggung bagi Thuram untuk menunjukkan sisi kepemimpinannya. Striker asal Prancis itu terlibat adu mulut dengan Jimenez, namun justru bangkit dan tampil luar biasa. Ia mencetak gol ketujuhnya secara beruntun di San Siro di ajang Serie A, menyamai catatan Romelu Lukaku pada 2021 dan Christian Vieri pada 2003. Bahkan, kapten Lautaro Martinez yang absen karena cedera memberikan apresiasi melalui media sosial: “Così ti voglio” (Begitulah yang kuinginkan).

Kemenangan dramatis ini tidak lepas dari sorotan. Mantan pelatih Fabio Capello menilai bahwa Inter menunjukkan sinyal kekuatan, tetapi juga alarm bahaya. “Di satu sisi ini adalah tanda kekuatan besar, di sisi lain lonceng peringatan, terutama jika memikirkan Eropa. Di Liga Champions tidak mudah membalikkan keadaan karena tim lain tidak menurunkan tempo seperti yang sering terjadi di Italia,” ujar Capello. Ia juga menyoroti bahwa melawan Fiorentina, Inter tampil berbeda: mereka menguasai jalannya pertandingan dan tertinggal hampir secara kebetulan.

Analisis senada datang dari pengamat Riccardo Trevisani. Menurutnya, Inter tidak bermain buruk melawan Fiorentina. “Jika De Gea tidak melakukan pertandingan terbaiknya dalam 20 bulan terakhir, Inter menang 3-0. Jadi kita tidak bisa menganggap Inter-Fiorentina sebagai pertandingan buruk,” tegas Trevisani. Ia justru menyoroti pendekatan Inter saat melawan Udinese dan Shakhtar Donetsk sebagai hal yang lebih mengkhawatirkan.

Dari kubu Fiorentina, mantan bek Lorenzo Amoruso mengkritik keputusan pelatih di menit-menit akhir. “Saya kecewa. Kamu beruntung bisa unggul lewat pemain terbaik setelah De Gea, tapi kenapa bertahan seperti itu? Kenapa menurunkan Joao Mario dan Dodo di sepuluh menit terakhir melawan tim dengan serangan terbaik?” ujarnya. Kritik ini menyoroti lemahnya pertahanan La Viola di akhir laga, yang berujung pada dua gol Inter di masa tambahan waktu.

Di sisi lain, Fiorentina juga harus menerima kabar buruk terkait kondisi bek Marin Pongracic. Pemain asal Kroasia itu mengalami cedera otot pada bagian paha kanan (lesione mio-fasciale al capo lungo del bicipite femorale) yang membuatnya harus menjalani terapi dan rehabilitasi. Ia akan dievaluasi dalam beberapa minggu ke depan.

Kemenangan ini membuat Inter mengoleksi 22 poin dari 24 poin yang tersedia, setara dengan Lazio di puncak klasemen. Yang menarik, 13 poin di antaranya diraih dari situasi tertinggal, menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang menjadi ciri khas tim asuhan Chivu. Namun, ketergantungan pada comeback menjadi catatan tersendiri, terutama jika ingin bersaing di level Eropa.

Pertandingan inter vs fiorentina juga mencatat sejarah tersendiri. Ini adalah pertama kalinya sejak 2005, tepatnya setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Sampdoria pada Januari 2005, Inter berhasil membalikkan keadaan saat tertinggal hingga menit ke-90 di Stadio Meazza. Momen ini membangkitkan memori akan era “Pazza Inter” yang penuh drama dan determinasi.

Dengan hasil ini, Inter semakin kokoh di papan atas, sementara Fiorentina harus segera berbenah. Laga inter vs fiorentina menjadi pengingat bahwa di sepak bola Italia, pertarungan tidak pernah berakhir sampai peluit panjang berbunyi. Bagi Inter, kemenangan ini adalah bukti kualitas sekaligus tantangan untuk lebih konsisten sejak awal pertandingan. Bagi Fiorentina, ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya disiplin taktik hingga detik terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *