Derby Panas Bundesliga 2: Hannover 96 Kutuk Keras Ulah Fans, Api dan Roket Warnai Kekalahan

Derby Panas Bundesliga 2: Hannover 96 Kutuk Keras Ulah Fans, Api dan Roket Warnai Kekalahan
Derby Panas Bundesliga 2: Hannover 96 Kutuk Keras Ulah Fans, Api dan Roket Warnai Kekalahan

FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Laga bertajuk bundesliga 2 kembali menyita perhatian, bukan karena aksi di lapangan, melainkan ulah suporter yang berujung pada insiden berbahaya. Dalam laga bertajuk bundesliga 2 yang mempertemukan Eintracht Braunschweig dan Hannover 96 pada Minggu (26/10/2026), kekalahan 0-2 bagi tim tamu harus dinodai oleh aksi pembakaran dan pelemparan petasan ke arah tribun dan lapangan. Insiden ini memaksa wasit Tobias Reichel menghentikan pertandingan selama sepuluh menit dan petugas pemadam kebakaran turun tangan memadamkan api di sektor pendukung Hannover.

Kejadian bermula saat Braunschweig mencetak gol kedua pada menit-menit akhir. Dari blok tamu, sejumlah oknum suporter melepaskan roket dan kembang api ke arah tribun penonton lawan serta ke area permainan. Api sempat membesar di dalam sektor penonton, memicu kepanikan. Petugas medis dan pemadam kebakaran segera bergerak cepat memadamkan titik-titik api. Setelah kondisi dinyatakan aman, pertandingan dilanjutkan hingga peluit panjang.

Pihak kepolisian yang mengawal laga berstatus risiko tinggi itu mencatat bahwa secara umum situasi di luar stadion berjalan kondusif. “Kedatangan dan kepulangan suporter berjalan lancar, tidak ada kejadian menonjol,” ujar juru bicara kepolisian. Sekitar 1.900 penggemar Hannover diangkut menggunakan kereta khusus dan dikawal dari stasiun hingga ke stadion. Meski demikian, aksi di dalam stadion tetap mencoreng citra sepak bola Jerman, khususnya kompetisi kasta kedua.

Melalui pernyataan resmi pada Minggu malam, manajemen Hannover 96 mengecam keras perilaku fansnya sendiri. “Ini adalah adegan yang dikutuk sekeras-kerasnya oleh Hannover 96 dan tidak ada pembenaran apa pun. Para pelaku sadar akan konsekuensi perbuatannya. Mereka telah membahayakan kesehatan orang lain secara sengaja,” tulis klub. Hannover berjanji akan aktif membantu proses identifikasi pelaku bersama pihak berwenang. Klub juga menegaskan bahwa insiden ini menodai catatan positif penyelenggaraan laga, di mana arus masuk dan keluar stadion berjalan tertib.

Menteri Dalam Negeri Niedersachsen, Daniela Behrens, sebelumnya telah mengingatkan risiko tindakan anarkis. Ia menegaskan bahwa jika kerusuhan terus terjadi, otoritas tidak akan ragu menerapkan sanksi lebih tegas, seperti tiket personalisasi, pengurangan kuota suporter tamu, hingga laga tanpa penonton. “Kami akan mempertimbangkan langkah-langkah lebih jauh jika diperlukan,” ujarnya.

Insiden di Braunschweig bukan kali pertama terjadi di bundesliga 2 musim ini. Sebelumnya, pada putaran pertama Piala DFB, laga derby antara Waldhof Mannheim dan 1. FC Kaiserslautern juga diwarnai kerusuhan serupa. Akibatnya, DFB menjatuhkan hukuman denda 100.000 euro kepada Waldhof serta larangan sebagian penonton selama dua laga kandang. Kaiserslautern masih menunggu keputusan terkait insiden tersebut. Kasus ini menjadi preseden buruk bagi klub-klub di bundesliga 2 untuk lebih serius menangani suporter radikal.

Di sisi lain, kompetisi bundesliga 2 tetap berjalan kompetitif. Hertha BSC berhasil mengalahkan Arminia Bielefeld melalui penalti kontroversial di masa injury time. Kemenangan ini membuat Hertha semakin kokoh di puncak klasemen. Sementara itu, Hannover 96 masih terpuruk di posisi tiga terbawah dengan koleksi delapan poin dari sembilan pertandingan. Kekalahan di derby semakin menambah tekanan bagi tim asuhan pelatih Wagner.

Keputusan DFB terkait insiden di Braunschweig akan dinanti dalam beberapa pekan ke depan. Sanksi berat bisa saja dijatuhkan mengingat dampak yang ditimbulkan cukup serius. Klub-klub di bundesliga 2 diharapkan mampu menertibkan pendukungnya masing-masing agar sepak bola tetap menjadi tontonan yang aman dan menghibur.

Dengan segala dinamika yang ada, bundesliga 2 musim ini tetap layak disimak. Namun, aksi anarkis suporter menjadi pekerjaan rumah bersama bagi federasi, klub, dan aparat keamanan. Tanpa penanganan tegas, citra kompetisi kasta kedua Jerman bisa terus tercoreng.

Exit mobile version