FaktaHari – 27 Oktober 2026 | Hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 akan selalu dikenang sebagai momen bersejarah sekaligus menyakitkan bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu sukses merebut pole position pertamanya di kejuaraan dunia Moto3 setelah tampil impresif dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Namun, hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 tersebut tidak pernah bisa dieksekusi dalam balapan utama karena cuaca ekstrem memaksa Race Direction membatalkan seluruh rangkaian balapan pada Minggu (25/10/2026).
Veda, yang memulai perjuangan dari sesi Q1, berhasil menembus Q2 dan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 35,299 detik. Ia mengungguli sejumlah nama beken seperti Maximo Quiles dan Joel Kelso. Hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 itu menjadi pole position pertama Veda di level dunia, sekaligus menandai kebangkitan pembalap asal Gunungkidul tersebut setelah melalui awal musim yang menantang.
Sayangnya, hujan deras yang tak kunjung reda, suhu dingin, dan angin kencang di kawasan pesisir Phillip Island membuat lintasan sangat berisiko. Semburan air dari motor para pembalap mengganggu jarak pandang, sementara kabut tebal membuat helikopter medis tidak dapat beroperasi. Padahal, layanan medis udara merupakan syarat mutlak keselamatan pembalap. Dengan perjalanan darat ke rumah sakit yang memakan waktu sekitar 45 menit, kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar regulasi kejuaraan.
“Ini salah satu hari Minggu paling mengecewakan dalam hidup saya,” ujar Veda melalui keterangan resmi Honda Team Asia, Minggu (25/10/2026). Ia mengaku telah menunggu sejak pagi dan sangat ingin berlomba, terlebih Phillip Island merupakan sirkuit baru baginya. Meski demikian, Veda menilai akhir pekannya tetap positif karena ia mampu beradaptasi cepat dan menunjukkan performa kuat sepanjang sesi.
Pembatalan balapan utama Moto3 Australia 2026 juga berdampak pada Moto2 dan MotoGP. Seluruh pembalap tidak mendapatkan poin dari Phillip Island. Pertanyaan pun muncul: apakah Veda tetap mendapat poin dari pole position? Jawabannya tidak. Berdasarkan regulasi MotoGP nomor 1.25.2, posisi terdepan dalam kualifikasi tidak memberikan poin apabila balapan resmi dinyatakan batal atau tidak sah. Aturan tersebut menegaskan bahwa jika balapan tidak sempat dimulai kembali dan pembalap belum menyelesaikan minimal tiga putaran, maka ajang dianggap dibatalkan dan tidak dihitung dalam klasemen kejuaraan. Dengan demikian, hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 yang gemilang itu tidak berbuah tambahan poin bagi Veda maupun pembalap lainnya.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, turut menyayangkan keputusan pembatalan. Menurutnya, tim sangat menantikan penampilan Veda dari pole position serta kesempatan Zen Mitani memperbaiki posisinya setelah memulai balapan dari urutan ke-22. Aoyama menegaskan tim harus menerima keputusan Race Direction dan segera mempersiapkan diri menghadapi seri berikutnya.
Meski kecewa, Veda memilih tidak larut dalam situasi di luar kendalinya. Pembalap berusia 19 tahun itu kini mengalihkan fokus ke Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Sepang menjadi lintasan yang cukup familiar bagi Veda karena ia pernah berkompetisi di sana saat mengikuti Idemitsu Asia Talent Cup. “Ini hampir menjadi akhir pekan yang sempurna, tetapi sayangnya kami tidak bisa menuntaskannya dengan balapan,” ujar Veda. Ia berharap hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 menjadi modal berharga untuk tampil kompetitif di Malaysia.
Bagi Indonesia, pole position Veda di Phillip Island tetap menjadi prestasi penting di ajang balap motor internasional. Hasil kualifikasi Moto3 Australia 2026 membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Kini, seluruh mata akan tertuju pada Sepang, tempat Veda berpeluang mengonversi kecepatannya menjadi podium atau bahkan kemenangan. Pembatalan di Australia memang tragis, tetapi semangat untuk bangkit di Malaysia tetap menyala.











