FaktaHari – 26 Oktober 2026 | Kejutan besar kembali terjadi dalam dunia sepak bola perguruan tinggi Amerika Serikat. BYU, yang sebelumnya menempati peringkat kedua dalam jajak pendapat AP Top 25, harus menelan pil pahit setelah kalah 31-39 dari UCF dalam pertandingan dramatis yang berlangsung hingga dua kali overtime. Kekalahan ini tidak hanya menghancurkan rekor tak terkalahkan BYU, tetapi juga memicu perombakan besar dalam peringkat nasional, di mana Ohio State kini naik ke posisi kedua menggantikan BYU.
Pertandingan yang digelar di Orlando, Florida, pada Sabtu malam waktu setempat, menjadi saksi bisu kegigihan UCF yang berhasil mengalahkan tim peringkat top 5 untuk pertama kalinya dalam sejarah program. Quarterback UCF, Keyone Jenkins, tampil gemilang dengan mencatatkan 293 yard passing, tiga touchdown, dan satu touchdown rushing. Jenkins, yang merupakan pengganti Alonza Barnett III yang cedera hamstring, membuktikan diri sebagai pemain kunci dalam kemenangan bersejarah ini. “Kami menetapkan standar,” ujar Jenkins. “Standar itu harus dijaga setiap minggu. Kami baru saja mengalahkan tim peringkat 2 nasional.”
Bagi BYU, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Setelah pekan sebelumnya mengalahkan Notre Dame yang saat itu menempati peringkat 2 dan mencapai posisi tertinggi sejak musim kejuaraan nasional 1984, BYU justru menjadi tim tak terkalahkan terbaru yang tumbang dalam rentang musim yang penuh kejutan. Dalam tiga pekan terakhir, tim yang menempati peringkat 1 atau 2 selalu kalah dari lawan yang tidak diunggulkan. Musim ini pun disebut-sebut sebagai musim paling tidak terduga sejak 2007.
Pertandingan sendiri berlangsung sangat ketat. UCF sempat unggul 21-17 pada kuarter ketiga sebelum BYU membalas. Di overtime pertama, BYU sempat memimpin 31-24 melalui touchdown pass dari Bear Bachmeier ke Legend Glasker. Namun UCF tidak menyerah. Jenkins kembali menunjukkan ketenangannya dengan melempar touchdown ke Grayson Brousseau di overtime kedua, memastikan kemenangan 39-31. Peluang BYU untuk memaksa overtime ketiga pupus setelah pass Bachmeier ke Walker Lyons tidak lengkap pada fourth down.
Kekalahan ini membuat BYU turun enam peringkat ke posisi kedelapan dalam AP Top 25 terbaru. Sementara itu, Ohio State yang tidak bermain pada pekan itu naik ke peringkat kedua. Miami, yang mengalahkan Pittsburgh 52-23, tetap kokoh di puncak dengan 59 dari 70 suara tempat pertama. Utah dan UCLA menjadi dua tim tak terkalahkan lainnya di Football Bowl Subdivision, jumlah paling sedikit pada titik musim ini sejak 1977.
Meski kalah, BYU masih memiliki peluang untuk bangkit. Namun, kekalahan dari UCF menunjukkan bahwa tidak ada tim yang aman di musim ini. Pelatih UCF, Scott Frost, memuji penampilan Jenkins. “Banyak tim di sepak bola dengan quarterback cedera dan penggantinya tidak bermain bagus,” kata Frost. “Pengganti kami bukanlah pengganti. Dia bermain luar biasa malam ini.”
Di sisi lain, peringkat BYU yang turun di bawah Notre Dame menuai kontroversi. Sebagian pihak mempertanyakan mengapa tim yang memiliki rekor head-to-head melawan Notre Dame harus berada di bawahnya. Namun, pengamat menilai bahwa kekalahan dari tim yang tidak diunggulkan menjadi faktor penentu. Notre Dame sendiri turun satu peringkat ke posisi kelima meski tidak bermain.
Dengan hasil ini, persaingan menuju College Football Playoff semakin menarik. BYU harus segera memperbaiki performa jika ingin tetap bersaing. Sementara itu, UCF berharap kemenangan ini menjadi titik balik musim mereka. Knights akan menjamu Baylor pada Jumat mendatang dalam laga Space Game, sementara Baylor dalam kondisi terpuruk setelah pelatih Dave Aranda dipecat.
Secara keseluruhan, kekalahan BYU dari UCF menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola perguruan tinggi, kejutan selalu mungkin terjadi. Musim ini telah menjadi saksi bagaimana tim-tim papan atas saling berguguran, dan BYU menjadi korban terbaru dalam drama yang belum berakhir.











