FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Pertemuan santos laguna vs pumas unam pada Jornada 12 Apertura 2026 berakhir dengan drama besar. Santos Laguna keluar sebagai pemenang 2-0, tetapi kemenangan itu tercoreng oleh kontroversi arbitrase yang membuat pelatih Pumas, Esteban Solari, melontarkan kritik pedas. Laga yang digelar di Estadio TSM Corona ini menjadi salah satu pertandingan paling panas musim ini, terutama setelah bek Nathan Silva diusir pada menit kedua.
Kemenangan ini membawa Santos Laguna mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya dalam 43 tahun klub, mereka meraih enam kemenangan beruntun di Liga MX. Sebelumnya, rekor lima kemenangan beruntun pernah diraih pada Verano 1998, Verano 1999, Apertura 2007, Apertura 2011, Clausura 2012, dan Apertura 2013. Kini, pasukan Renato Paiva berpeluang menambah rekor menjadi tujuh kemenangan saat menghadapi Tijuana pada Jornada 14.
Namun, santos laguna vs pumas unam tidak lepas dari sorotan tajam. Solari menyebut keputusan wasit Guillermo Pacheco sebagai ‘skandal’. Menurutnya, kartu merah Nathan Silva pada menit kedua tidak seharusnya diberikan. “Saya sangat sulit berbicara tentang sepak bola hari ini karena semua kerja taktik pekan ini tertutup. Apa yang terjadi hari ini sungguh skandal,” ujar Solari dalam konferensi pers. Insiden tersebut juga berujung pada penalti yang dieksekusi Eduardo Aguirre pada menit keenam, membuka keunggulan Santos.
Pumas tidak tinggal diam. Manajemen klub mengajukan protes resmi ke Komisi Banding Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) untuk meninjau ulang kartu merah Nathan Silva. Tujuan utamanya adalah agar bek asal Brasil itu bisa tersedia saat Pumas menghadapi Tigres pada Jornada 14. Protes ini didasari keyakinan bahwa kontak antara Silva dan pemain Santos tidak cukup untuk menjatuhkan lawan, seperti yang diungkapkan mantan wasit Fernando Guerrero. Meski hasil pertandingan tidak dapat diubah, Pumas berharap sanksi tambahan bagi Silva bisa dicabut.
Di sisi lain, santos laguna vs pumas unam juga menjadi momentum kebangkitan Santos setelah awal musim yang buruk. Sebelum meraih enam kemenangan beruntun, mereka mencatat enam kekalahan dan satu hasil imbang. Kekalahan terakhir terjadi pada Jornada 7 melawan Cruz Azul dengan skor 1-0. Sejak itu, Santos menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan. Presiden klub, Aleco Irarragorri, disebut berperan besar dalam investasi dan pembenahan tim, meski detailnya tidak diungkap ke publik.
Bagi Pumas, kekalahan ini memperpanjang tren negatif. Mereka kini berada di peringkat ke-11 dengan 16 poin dari 13 pertandingan (4 menang, 4 imbang, 5 kalah). Sementara Santos, dengan tambahan tiga poin, semakin kokoh di papan atas dan berpeluang besar lolos ke Liguilla. Pertemuan berikutnya antara kedua tim diprediksi akan sama panasnya, terutama jika Nathan Silva tetap terkena sanksi. Santos laguna vs pumas unam akan selalu dikenang sebagai laga penuh kontroversi dan rekor bersejarah.
Dalam konteks persaingan Liga MX, kemenangan Santos atas Pumas juga memengaruhi posisi kedua tim di klasemen. Pumas yang semula berharap merangsek ke zona Liguilla harus tertahan, sementara Santos terus melaju. Pelatih Renato Paiva enggan berkomentar banyak soal rekor, tetapi ia menegaskan fokus timnya adalah pertandingan berikutnya melawan Tijuana. “Kami tidak memikirkan rekor, kami hanya ingin terus menang,” ujarnya singkat.
Kontroversi arbitrase di santos laguna vs pumas unam juga memicu diskusi luas di kalangan pengamat. Banyak yang menilai penggunaan VAR seharusnya bisa mencegah keputusan keliru. Solari sendiri menyayangkan kurangnya pemanfaatan teknologi. “Kami punya banyak alat hari ini. Harus digunakan dengan baik. Sayangnya hari ini kami dirugikan,” tambahnya. Hingga berita ini diturunkan, Komisi Banding FMF belum memberikan keputusan resmi terkait protes Pumas.
Dengan segala drama yang terjadi, santos laguna vs pumas unam bukan sekadar pertandingan biasa. Laga ini menggabungkan sejarah, kontroversi, dan perjuangan kedua tim untuk mencapai tujuan musim. Santos Laguna membuktikan diri sebagai kekuatan baru, sementara Pumas harus berjuang keras agar tidak kehilangan momentum. Sepak bola Meksiko kembali menunjukkan bahwa di dalam lapangan, segala hal bisa terjadi dalam hitungan detik.











