FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Golden State Warriors harus menelan pil pahit pada laga lanjutan NBA 2026-27. Bintang utama mereka, Stephen Curry, mengakui kekalahan menyakitkan dari Memphis Grizzlies di Chase Center. Kekalahan 108-111 ini menjadi pukulan telak karena Warriors sempat unggul 12 poin dengan waktu kurang dari empat menit tersisa. Namun, kebangkitan luar biasa dari rookie Memphis, Cameron Boozer, putra mantan bintang Chicago Bulls Carlos Boozer, membalikkan keadaan dan membuat Stephen Curry gagal tidur nyenyak.
Boozer, yang baru berusia 19 tahun dan dipilih ketiga secara keseluruhan dari Duke, tampil luar biasa dengan mencatat 25 poin, 13 rebound, enam assist, dan dua steal. Ia juga sempurna dari garis free throw (9/9) dan mencetak 4 dari 7 percobaan tiga angka. Yang paling mengejutkan, selama kebangkitan Memphis, Warriors hanya mampu mencetak dua poin. Stephen Curry pun tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap eksekusi tim di akhir pertandingan.
Meski menjadi pencetak poin terbanyak Warriors dengan 24 poin, Stephen Curry tampil kurang efisien. Ia hanya memasukkan 5 dari 15 tembakan lapangan, meski sempurna dari garis free throw (11/11). Ia juga menambahkan tiga rebound, empat assist, dan tiga tripoin. Setelah pertandingan, Curry menyatakan bahwa ia “mungkin” tidak akan bermain melawan Phoenix Suns pada hari Sabtu, yang tentu menjadi kabar buruk bagi para penggemar dan fantasy managers.
Kekalahan ini memperpanjang start buruk Warriors menjadi 0-2 di awal musim. Selain Curry, Warriors juga kehilangan Brandin Podziemski yang harus absen melawan Suns karena cedera punggung. Di sisi lain, Grizzlies menunjukkan kekuatan barunya. Ty Jerome kembali bersinar dengan 28 poin setelah mencetak 45 poin di laga pembuka, sementara Jaylen Wells menambahkan 17 poin. Cameron Boozer pun mencatat sejarah sebagai Grizzly termuda kedua yang mencetak double-double.
Di tengah kekecewaan, ada catatan istimewa bagi Stephen Curry. Musim ini menandai tahun ke-18nya bersama Warriors, menempatkannya dalam klub eksklusif delapan pemain yang menghabiskan minimal 18 musim bersama satu franchise, bergabung dengan legenda seperti Dirk Nowitzki, Kobe Bryant, Tim Duncan, dan John Stockton. Namun, rekor loyalitas ini belum diiringi hasil manis di lapangan. Warriors masih harus mencari ritme permainan dan mengatasi badai cedera yang menerpa beberapa pemain kunci.
Dengan jadwal padat dan cedera yang menghantui, Stephen Curry dan Warriors dituntut segera bangkit. Kekalahan dari Grizzlies menjadi pengingat keras bahwa di NBA, tidak ada tim yang bisa diremehkan, bahkan oleh rookie sekalipun. Akankah Curry mampu membawa Warriors kembali ke jalur kemenangan? Kita tunggu aksi selanjutnya.











