FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Club Brugge kembali menunjukkan taringnya di bursa transfer. Klub raksasa Belgia itu dengan tegas menolak segala pendekatan dari klub-klub besar Eropa yang menginginkan striker muda mereka, Nicolo Tresoldi, pada jendela transfer Januari mendatang. Sikap tegas Club Brugge ini langsung menghentikan langkah Arsenal dan Tottenham Hotspur yang kabarnya sangat serius mengincar tanda tangan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Nicolo Tresoldi memang tengah menjadi buah bibir. Penampilannya yang gemilang bersama Club Brugge musim ini telah menarik perhatian banyak pencari bakat. Terlebih lagi, ia baru saja mencatatkan sejarah dengan mencetak hat-trick di ajang Liga Champions, sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain muda. Performa impresifnya itu membuat harga dirinya melambung hingga mencapai 50 juta poundsterling, dan memicu perang penawaran dari klub-klub elite Premier League.
Arsenal dan Tottenham, dua klub asal London Utara, disebut-sebut sebagai peminat paling serius. Namun, mereka tidak sendirian. Manchester United, Chelsea, Manchester City, Newcastle United, Everton, dan Leeds United juga dilaporkan memantau perkembangan striker asal Jerman tersebut. Tidak hanya dari Inggris, raksasa Eropa seperti Barcelona, Atletico Madrid, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund juga turut mengantre untuk mendapatkan jasanya.
Meskipun demikian, Club Brugge memiliki posisi tawar yang sangat kuat. Tresoldi masih terikat kontrak hingga tahun 2029, yang berarti klub berjuluk Blauw-Zwart itu tidak memiliki tekanan untuk melepasnya. Pihak klub telah menyatakan secara jelas bahwa mereka tidak akan menjual sang bintang di tengah musim, dan Tresoldi sendiri dikabarkan bahagia bertahan di Jan Breydel Stadium setidaknya hingga akhir musim ini.
Di sisi lain, performa apik Club Brugge tidak hanya terjadi di bursa transfer, tetapi juga di lapangan. Di ajang Liga Champions, mereka baru saja menghancurkan RC Lens dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini menjadi bukti kekuatan mereka di kancah Eropa. Analis sepak bola Belgia, Olivier Deschacht, bahkan memberikan pujian tinggi kepada pelatih Ivan Leko yang berhasil membangun tim dengan mentalitas menyerang dan pressing tinggi.
“Saya sangat menghormati Ivan Leko dan apa yang ia lakukan dengan Club Brugge. Tim ini terus menekan dan bermain tinggi,” ujar Deschacht. Meski begitu, ia juga memberikan catatan bahwa Club Brugge sedikit beruntung dalam beberapa laga, seperti saat melawan Inter Milan. Namun, keberanian dan mentalitas juara yang ditunjukkan tetap patut diacungi jempol.
Konsistensi Club Brugge di Eropa memang luar biasa. Sejak musim 2023-2024, mereka selalu berhasil lolos ke fase gugur Liga Champions. Bahkan, pada tahun berikutnya mereka mencapai semifinal Conference League. Kini, mereka kembali berada di jalur yang tepat untuk mengulangi kesuksesan tersebut, dengan catatan enam poin dari dua laga terakhir melawan Inter dan Lens.
Di luar urusan sepak bola, Club Brugge juga menunjukkan sisi humanisnya. Pada hari Minggu (25/10), klub akan menggelar acara bertajuk All Blues Day untuk menghormati para suporter yang telah meninggal. Sebanyak dua belas kursi stadion akan disiapkan bagi para fans untuk menuliskan nama orang tercinta, yang kemudian akan ditempatkan di stadion sebelum kick-off melawan STVV. Acara ini menjadi bukti kedekatan klub dengan pendukungnya, sekaligus momen refleksi menjelang Allerheiligen dan Allerzielen.
Sementara itu, pembangunan stadion baru Club Brugge juga terus berjalan. Meskipun perjanjian hak guna lahan (erfpacht) antara klub dan kota Brugge mengalami penundaan satu bulan hingga November, hal ini tidak mempengaruhi jadwal konstruksi. Pekerjaan persiapan seperti penelitian arkeologi dan stabilitas sudah bisa dimulai, sementara pembangunan utama dijadwalkan baru dimulai pada awal 2027.
Dengan segala dinamika yang ada, Club Brugge membuktikan diri sebagai klub yang solid di dalam dan luar lapangan. Mereka tidak hanya mampu bersaing di level Eropa, tetapi juga tegas dalam menjaga aset berharga seperti Tresoldi. Sementara klub-klub besar Eropa harus gigit jari, Blauw-Zwart justru semakin percaya diri menatap sisa musim dengan ambisi besar.
