FaktaHari – 24 Oktober 2026 | Nasib Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi masih menjadi tanda tanya besar. Meski AFC telah resmi menggeser gelaran Piala Asia ke tahun genap mulai edisi 2032, turnamen yang dijadwalkan berlangsung 7 Januari–5 Februari 2027 itu kini terancam penundaan akibat situasi keamanan di Arab Saudi. Keputusan final mengenai kelanjutan Piala Asia AFC 2027 akan ditentukan pada November 2026 melalui koordinasi antara AFC dan pihak tuan rumah.
Kepastian ini mencuat setelah Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Jumat (23/10/2026). Ketua Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Tsuneyasu Miyamoto, mengungkapkan bahwa ia telah bertemu perwakilan Arab Saudi di sela kongres. Menurut Miyamoto, prioritas utama Saudi saat ini adalah keselamatan para pemain, suporter, dan semua pihak yang terlibat. “Keputusan mengenai apakah turnamen akan tetap digelar akan ditentukan melalui koordinasi dengan AFC. Proses tersebut membutuhkan sedikit waktu,” ujarnya.
Ancaman penundaan muncul setelah wilayah Arab Saudi dilaporkan mendapat serangan dari pemberontak Houthi asal Yaman yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden ini memicu kekhawatiran global, termasuk di kalangan peserta Piala Asia AFC 2027 seperti Timnas Indonesia.
Di sisi lain, AFC tetap menetapkan Arab Saudi sebagai tuan rumah dan menjadwalkan turnamen pada Januari-Februari 2027. Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menegaskan bahwa penyesuaian kalender ke tahun genap akan menjamin kesinambungan dan membawa peluang lebih luas bagi sepak bola Asia. “Ini akan membawa sepak bola Asia ke arah masa depan yang lebih cerah,” katanya.
Bagi Timnas Indonesia, Piala Asia AFC 2027 menjadi panggung penting untuk menguji kekuatan skuad asuhan pelatih saat ini. AFC telah menunjuk kapten Jay Idzes sebagai player to watch dari Timnas Indonesia. Bek berusia 26 tahun itu dinilai memiliki pengaruh besar di jantung pertahanan Garuda. “Jay Idzes telah menjelma menjadi pemain kunci dalam transformasi Tim Garuda menjadi kekuatan yang semakin kompetitif di sepak bola Asia,” tulis AFC di situs resminya.
Idzes, yang sejak Maret 2024 telah tampil 18 kali untuk Timnas Indonesia, kini memperkuat Sassuolo setelah pindah dari Venezia. Meski sempat absen karena cedera dan melewatkan tiga laga terakhir Sassuolo serta dua FIFA Matchday, ia diperkirakan siap kembali memperkuat Indonesia di Grup F Piala Asia AFC 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Namun, di balik optimisme itu, bayang-bayang usia menghantui tiga pemain naturalisasi: Kevin Diks, Thom Haye, dan Joey Pelupessy. Ketiganya berpotensi menjadikan Piala Asia AFC 2027 sebagai ajang terakhir mereka. Pasalnya, saat Piala Asia digelar pada 2032 mendatang, usia mereka sudah tidak lagi muda. Thom Haye bahkan baru mendapatkan paspor Indonesia pada Maret 2024 dan debut di usia 29 tahun. Sementara Kevin Diks dan Joey Pelupessy juga tidak lagi berusia muda saat dinaturalisasi.
Perubahan kalender Piala Asia ke tahun genap memang bertujuan menyelaraskan dengan Euro dan Copa America serta jadwal FIFA Matchday. Namun, bagi pemain naturalisasi yang usianya sudah kepala tiga, keputusan ini memperpendek masa emas mereka di level internasional. Jika Piala Asia 2027 tetap digelar sesuai jadwal, ketiganya masih punya kesempatan terakhir untuk membela Merah Putih di turnamen mayor Asia. Namun, jika turnamen ditunda atau bahkan dibatalkan, mimpi itu bisa sirna.
Hingga berita ini diturunkan, AFC dan Arab Saudi masih terus berkoordinasi. Miyamoto menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu. “Kami baru saja mengadakan pertemuan dengan pihak Arab Saudi. Mereka mengatakan bahwa hal pertama yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan para pemain, suporter, dan semua orang yang terlibat,” pungkasnya.
Dengan segala dinamika yang ada, Piala Asia AFC 2027 bukan sekadar ajang sepak bola, tetapi juga cermin tantangan keamanan, diplomasi olahraga, dan regenerasi tim nasional. Timnas Indonesia pun dituntut bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk skenario terburuk penundaan turnamen yang bisa memengaruhi persiapan jangka panjang.
